Tanjung Pandan, Babel (Antaranews Babel) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengimbau masyarakat di daerah itu untuk menggelar shalat ghaib guna mendoakan korban pesawat Lion Air yang jatuh pada Senin (29/10).

"Kami imbau untuk melakukan shalat ghaib yang merupakan bentuk ibadah bagi umat muslim yang wafat dalam kondisi yang tidak lazim," kata Sekretaris MUI Belitung, Ramansyah di Tanjung Pandan, Jumat.

Menurut dia, Islam memiliki beberapa kewajiban fardhu kifayah terhadap jenazah seperti memandikan, mengafani, menyolatkan, dan menguburkan.

Untuk peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 tujuan Jakarta-Pangkalpinang, maka shalat Ghaib boleh dilakukan dengan maksud mendoakan para korban yang saat ini belum juga ditemukan.

"Untuk peristiwa ini memiliki hal sama bagi jenazah dengan doa yang kita baca dan yakini, namun dengan catatan jenazah tersebut tidak mungkin lagi ditemukan," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga mengucapkan belasungkawa atas musibah jatuhnya pesawat Lion Air di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat tersebut.

"Semoga para keluarga korban tetap sabar dan tabah dan terus berdoa atas cobaan ini," katanya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fatah melalui surat imbauan nomor 45/0433/II tanggal 1 November 2018 mengimbau kepada seluruh ketua atau pengurus masjdi di daerah itu untuk dapat melaksanakan shalat ghaib setelah shalat Jumat tanggal 2 November 2018.

Pewarta: Apriliansyah

Editor : Rustam Effendi


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2018