Pangkalpinang (Antaranews Babel) - Direktur PT Pantai Timur Sungailiat, Thomas Jusman menyatakan nilai investasi yang dibutuhkan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencapai Rp5,3 triliun untuk mengelola wilayah KEK di daerah itu.

"Luas Wilayah yang telah disetujui 273 hektare di dalam kawasan izin lokasi KEK 600 hektare," kata Thomas Jusman di Pangkalpinang, Selasa.

Ia mengatakan total investasi pembangunan infrastruktur seperti hotel, resort dan lainnya di atas lahan seluas 273 hektare KEK Pariwisata Bangka mencapai Rp5,3 triliun dan ini tentu akan mempercepat pembangunan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat di daerah ini.

"Investasi di luar pembangunan infrastruktur dibutuhkan Rp600 miliar dan ini dalam jangka waktu 20 tahun," ujarnya.

Menurut dia saat ini sekitar 150 dari 273 hektare lahan  KEK Pariwisata Bangka yang disediakan sudah dibebaskan dan digarap.

"Mudah-mudahan KEK Pariwisata ini segera ditandatangani Presiden Joko Widodo, sehingga pengelolaan dan pembangunan infrastruktur pendukung kawasan khusus ini lebih maksimal," katanya.

Ia menambahkan rencana bisnis yang akan digarap KEK Pariwisata Bangka antara lain pariwisata (integrated coastal entertainment  destination), akomodasi (hotel, resort, dan glamping, homestay).

Selain itu entertainment (old town garden, hillcrest park, theme park, water park, wetland park), commercial (MICE, mall, lifestyle beach, festival  beach, arts, crafts market, boardwalk dan marina, commercial center), serta kawasan residential.

"Kawasan KEK ini juga akan dijadikan sebagai tempat ajang perlombaan olahraga skala internasional dan ivent wisata lainnya," ujarnya.

Pewarta: Aprionis

Editor : Rustam Effendi


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2019