Muntok, Bangka Barat (ANTARA) - Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) Negeri Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan menggelar Ujian Nasional (UN) manual karena keterbatasan peralatan pendukung.

"Selain belum memiliki ruang komputer, kami juga belum memiliki peralatan dan jaringan internet yang memadai sehingga tahun uni UN untuk siswa SMALB masih manual," kata Kepala SLB Negeri Muntok, Arif Jananto di Muntok, Minggu.

Menurut dia, ketersediaan jaringan di sekolah menjadi kendala utama belum dilaksanakannya UN berbasis komputer di sekolah bagi anak berkebutuhan khusus tersebut.

"Kami juga tidak akan memaksakan pelaksanaan UN berbasis komputer karena siswa yang akan mengikuti juga secara kemampuan belum siap untuk mengikuti ujian pola komputerisasi itu," ujarnya.

Ia mengatakan, pada tahun ini di sekolah itu ada dua orang siswa tuna rungu yang akan mengikuti ujian akhir.

Berbagai persiapan, seperti pengayaan materi ujian, latihan soal dan pembinaan mental sudah dilakukan dan diikuti siswa agar mereka semakin siap menghadapi ujian nasional.

"Kami harapkan mereka bisa menempuh ujian dengan baik dan lancar pada UN yang akan digelar empat hari, mulai Senin (1/4)," kata Arif Jananto.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Babel wilayah III Kabupaten Bangka Barat, Sudarni mengatakan untuk UN SMALB di daerah itu memang masih dilaksanakan manual karena keterbatasan jaringan dan perlengkapan pendukung lainnya.

"Namun untuk SMA dan MA di Kabupaten Bangka Barat semuanya sudah siap menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer," katanya.

Ia mengatakan, jumlah peserta UNBK SMA/MA di Kabupaten Bangka Barat pada tahun ini akan diikuti sebanyak 1.382 siswa yang terdiri dari 1.198 siswa SMA dan 184 siswa MA.

"Untuk menggelar UNBK di 14 sekolah sudah siap, kami harapkan tidak ada gangguan jaringan internet, listrik dan gangguan keamanan sehingga ujian berjalan lancar seperti UNBK SMK yang sudah dilaksanakan beberapa hari lalu," kata Sudarni.

Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Uploader : Adhitya SM

COPYRIGHT © ANTARA 2026