"Mari kita pacu siswa-siswi ini untuk berinovasi dan berkreasi agar mereka bisa menjadi inovator dan kreator andal dalam menjawab tatangan global ke depannya," kata Erzaldi Rosman Djohan saat membuka Gebyar Pendidikan 2019 di Pangkalpinang, Senin sore.
Ia mengatakan bonus demografi tidak akan dapat diraih jika pemerintah daerah tidak bisa mempersiapkan siswa-siswi dalam menjawab tatangan globalisasi ke depannya.
"Bonus demografi dapat diraih apabila anak-anak didik dapat menjawab tantangan perkembangan globalisasi yang sangat pesat," ujarnya.
Ia bangga sekali produk hasil kreasi, inovasi siswa-siswi SMA, SMK dan SLB yang sangat luar biasa.
"Saya melihat dan merasakan anak-anak kita sangat bersemangat dan antusias dalam menghasilkan produk-produk bernilai tinggi," katanya.
Sekretaris Jenderal Kemendikbud Didik Suhardi mengapresiasi Gubernur Kepulauan Babel yang sangat konsen terhadap pendidikan.
"Kita semua tahu pendidikan merupakan salah satu kunci keberhasilan suatu daerah," katanya.
Menurut dia apabila pemerintah daerah memprioritas pendidikan generasi mudanya, maka daerah akan memetik keberhasilan generasi dalam berkiprah ditingkat nasional dan internasional.
"Ini adalah suatu teori yang sudah terbukti di daerah, negara kalau pendidikannya diprioritaskan, maka daerahnya akan sangat maju," katanya.
Pewarta: AprionisUploader : Adhitya SM
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.