Saat ini PLN telah menyediakan listrik dengan kapasitas sebesar 415 kilo watt (kW) dan didukung oleh 4,24 Kms jaringan tegangan rendah.
Program Eco Green Island tersebut mulai nampak dengan berseliwerannya beberapa motor listrik di pulau tersebut untuk digunakan oleh warga dalam rangka sosialisasi penggunaan motor listrik. Selain itu petugas PLN di pulau ini dalam menjalankan tugasnya menggunakan motor listrik tersebut sebagai operasional.
Teknologi lain yang nampak di pulau tersebut adalah penggunaan kompor induksi listrik oleh warga sebagai pengganti maupun pelengkap dalam memasak. Sebanyak 304 rumah tangga di sana telah seratus persen menggunakan kompor listrik.
Selain itu, terdapat stasiun penyediaan listrik umum (SPLU) yg terpasang di pusat keramaian di daerah itu.
"Pelanggan dapat melakukan prmbayaran dengan menggunakan uang elektronik dari bank, karena SPLU ini sudah dilengkapi dengan teknologi Near Field Communication (NFC)," jelas Manajer PLN unit pelaksana pelayanan pelanggan Belitung (UP3), Joko Nur Astanto.
Sementara itu, Bupati Belitung Sahani Saleh berharap program ini benar-benar menjadikan pulau ini benar-benar.
"Kami berharap program ini bisa mewujudkan Seliu sebagai pulau yang hijau dan mandiri," ujarnya.
General Manager PLN UIW Bangka Belitung, Abdul Mukhlis menjelaskan rencananya untuk mengonversi bahan bakar minyak yang saat ini digunakan dengan energi yang lebih ramah lingkungan.
"Kami rencanakan juga program energi di Pulau ini dengan memanfaatkan energi baru terbarukan berbasis pada masyarakat, sehingga bisa berkelanjutan. Yaitu dengan pengembangan energi listrik dari PLTS maupun pelet sampah," katanya.
Pewarta: Try Mustika HardiUploader : Adhitya SM
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.