"Kami memperketat penjagaan pada saat sidang sengketa Pilpres 2019 atau perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) yang digelar Mahkamah Konstitusi," kata Kapolres Bangka, AKBP M. Budi Ariyanto SIK melalui Wakapolres Bangka, Kompol S Sophian SIK di Sungailiat, Jumat.
Dia mengatakan, penjagaan di pusatkan di kantor KPU, Bawaslu dan gudang logistik dengan menerjunkan 25 personel polisi setiap hari selain pula meningkatkan kegiatan kepolisian dalam rangka pemeliharaan keamanan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di semua wilayah.
Dia mengakui, kondisi daerah di wilayah hukumnya sampai saat ini terjaga dengan cukup kondusif tidak terpengaruh dengan kondisi politik nasional.
"Setelah pelaksanaan pemilu, kegiatan masyarakat kembali normal dan saling tetap menjaga persatuan dan kesatuan antar warga masyarakat," jelasnya.
Dia mengimbau seluruh masyarakat di Kabupaten Bangka, agar tetap menjaga persatuan, keamanan dan ketertiban, jangan mudah terprovokasi oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.
Menurutnya, masyarakat hendaknya mempercayakan penuh kepada Mahkamah Konstitusi sebagai lembaga tinggi negara dalam penyelesaian masalah PHPU.
"Kita percayakan sepenuhnya kepada MK sebagai wadah menyelesaikan PHPU, apapun hasil sidang nantinya harus kita hargai, dan hormati, jangan sampai memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa yang sudah tertanam dengan baik di tengah masyarakat," jelasnya.
Pewarta: KasmonoUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.