"Kami harapkan pelatihan yang diberikan bisa meningkatkan motivasi dan kreativitas kelompok perajin tersebut untuk terus memproduksi sumber daya alam yang selama ini tidak termanfaatkan menjadi barang bernilai tambah,"Muntok (Antara Babel) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, melatih kelompok perajin dengan memberikan pelatihan pengolahan cangkang kerang yang dijadikan bahan baku kerajinan sebagai upaya penganekaragaman cindera mata di daerah itu.
"Kami harapkan pelatihan yang diberikan bisa meningkatkan motivasi dan kreativitas kelompok perajin tersebut untuk terus memproduksi sumber daya alam yang selama ini tidak termanfaatkan menjadi barang bernilai tambah," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Bangka Barat, Heru Warsito di Muntok, Senin.
Ia menjelaskan, masyarakat setempat gemar mengonsumsi hasil laut, salah satunya adalah jenis kerang, namun selama ini cangkang kerang sisa konsumsi yang jumlahnya cukup banyak hanya dibuang begitu saja tanpa termanfaatkan dengan baik.
"Pelatihan sudah kami gelar beberapa waktu lalu selama beberapa hari kepada kelompok masyarakat Desa Bakit, Kecamatan Parittiga, kami harapkan para perajin di desa itu terus mengembangkan keahlian yang dimiliki untuk mengolah salah satu sampah organik tersebut," kata dia.
Ia mengatakan, pada pelatihan pembuatan kerajinan cangkang kerang itu pihaknya mendatangkan instruktur langsung dari kalangan praktisi kerajinan kerang dari Jepara, Jawa Tengah.
Menurutnya, setelah beberapa waktu mendapatkan pelatihan itu, para perajin di daerah itu semakin kreatif dan hasil kerajinannya juga semakin bagus kualitasnya.
"Baru sebentar mendapatkan pelatihan, karya-karya mereka sudah mampu bersaing dengan kerajinan dari daerah lain, bahkan kami yakin kerajinan khas Bakit ini akan terus berkembang dan menjadi salah satu ekonomi andalan warga daerah itu," kata dia.
Rasa optimis Heru semakin menguat, seiring meningkatnya kunjungan wisatawan ke daerah yang sudah ditetapkan sebagai kota pusaka dan memiliki ikon Pesanggrahan Menumbing dan sejumlah peninggalan bersejarah lain di daerah itu.
"Wisata sejarah tidak bisa berjalan sendiri, harus ada sektor pendukung lain seperti tempat hiburan, kuliner, penginapan, jasa transportasi dan salah satunya ketersediaan cindera mata, dengan adanya pelatihan ini kami harapkan keanekaragaman kerajinan terus meningkat dan bisa mendukung pariwisata daerah," kata dia.
Menurutnya, potensi sumber daya alam yang dimiliki tersebut harus dioptimalkan agar memberi nilai tambah sekaligus mengurangi meningkatnya volume sampah yang dihasilkan masyarakat setiap harinya.
"Kami berharap para peserta pelatihan tetap menggeluti bidang itu dan kreatrif dalam mengembangkannya sehingga ke depan bisa menginspirasi warga lain memanfaatkan sumber daya alam lain yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal," kata dia.
Pewarta: Oleh Donatus Dasapurna PutrantaEditor : Aprionis
COPYRIGHT © ANTARA 2026