"Kalau ditanya saham pemerintah daerah berapa, saya inginnya 40 persen bahkan kalau bisa 80 persen karena Koba Tin itu ada di Bangka Tengah,"Koba (Antara Babel) - Bupati Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung, Erzaldi Rosman menyatakan pihaknya menginginkan pemerintah daerah memiliki saham sebesar 40 persen di PT Koba Tin karena merupakan kabupaten penghasil timah.
"Kalau ditanya saham pemerintah daerah berapa, saya inginnya 40 persen bahkan kalau bisa 80 persen karena Koba Tin itu ada di Bangka Tengah," ujarnya di Koba, Minggu.
Erzaldi mengemukakan itu sehubungan kontrak karya PT Koba Tin tidak diperpanjang lagi dan pengelolaannya diserahkan kepada daerah dan PT Timah sebagai perusahaan negara.
"Pengelolaan PT Koba Tin itu diserahkan kepada tiga daerah yaitu Bangka Tengah, Bangka Selatan, Pemprov Bangka Belitung dan PT Timah sebagai perusahaan milik negara," ujarnya.
Ia mengatakan, berdasarkan hasil pembahasan sementara yaitu sebesar 80 persen saham diserahkan kepada daerah dan 20 persen kepada PT Timah.
Sementara Ketua DPRD Bangka Tengah, Adet Mastur mengatakan kepemilikan saham terbesar di Koba Tin sangat penting karena berpengaruh terhadap penentuan kebijakan di perusahaan tersebut.
"Minimal saham pemerintah daerah 30 persen, saya kira itu angka yang cukup logis mengingat sebagai daerah penghasil karena mayoritas wilayah tambang PT Koba Tin ada di Bangka Tengah," ujarnya.
Ia mengatakan, PT Koba Tin bukan ditutup tetapi kontrak karyanya sudah habis dan tidak diperpanjang lagi, kemudian untuk selanjutnya diserahkan kepada daerah.
"Salah kalau dikatakan PT Koba Tin tutup, tetapi bahasa yang tepat adalah kontrak karya perusahaan tersebut tidak diperpanjang lagi," ujarnya.
Ia mengharapkan, pengelolaan perusahaan tersebut lebih profesional sehingga memiliki dampak terhadap pertubuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.
Pewarta: Oleh AhmadiEditor : Aprionis
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.