"Jumlah sampah yang dihasilkan kota Pangkalpinang sekitar 100 hingga 120 ton per hari. Saat ini kami hanya memiliki delapan truk dan empat amrol, sehingga tidak semua titik pembuangan sampah bisa diangkut oleh petugas,"Pangkalpinang (Antara Babel) - Dinas Kebersihan dan Kebakaran Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, kekurangan truk pengangkut sampah guna mengangkut seluruh sampah yang dihasilkan oleh daerah itu setiap harinya.
"Jumlah sampah yang dihasilkan kota Pangkalpinang sekitar 100 hingga 120 ton per hari. Saat ini kami hanya memiliki delapan truk dan empat amrol, sehingga tidak semua titik pembuangan sampah bisa diangkut oleh petugas," ujar Kepala Bidang Kebersihan, Dinas Kebersihan dan Kebakaran Kota Pangkalpinang, Jumhari, Selasa.
Ia mengatakan, dengan jumlah kendaraan dan tenaga kebersihan saat ini, pihaknya harus mengangkut sampah sebanyak dua kali yaitu pada pagi dan sore hari. Terkadang tidak semua sampah bisa diangkut termasuk kayu pohon bekas penebangan.
"Kami mengangkut sampah sehari dua kali, pagi dan sore. Jika volume sampah meningkat, maka pengangkutan bisa mencapai lima kali dalam sehari. Selain itu, tidak semua sampah yang bisa diangkut terutama kayu-kayu pohon," jelasnya.
Ia mengungkapkan, saat ini pihaknya mendapat bantuan lima unit truk pengangkut sampah dari pihak swasta dan baru datang sebanyak dua truk. Sedangkan untuk 25 unit motor pengangkut sampah akan datang pada akhir September mendatang.
"Rencananya sebanyak 25 unit kendaraan pengakut sampah jenis motor akan tiba pada akhir September, sedangkan truk bantuan dari pihak swasta baru datang sebanyak dua unit dari lima unit yang akan diterima," ujarnya.
Ia menyebutkan, 25 unit motor pengangkut sampah tersebut akan digunakan untuk mengangkut sampah di jalan-jalan sempit maupun di gang-gang pemukiman penduduk. Selama ini masih banyak pemukiman penduduk yang tidak tersentuh oleh pihaknya.
"Dengan adanya 25 unit motor pengangkut sampah tersebut, diharapkan sampah-sampah yang ada di jalan-jalan sempit maupun di gang-gang pemukiman penduduk bisa terangkut semua," ungkapnya.
Dikatakannya, semua sampah-sampah yang telah diangkut oleh pihaknya akan langsung diabwah ke TPA yang ada di Kelurahan Air Itam dan akan langsung dimusnahkan dengan cara digiling lalu ditibun.
"Saat ini tumpukan sampah yang ada di TPA Air Itam sudah mencapai ketinggian hingga empat meter. Diperkirakan pada tahun 2017, tumpukan sampah tersebut bisa mencapai ketinggian hingga 15 meter," katanya.
Pewarta: Pewarta: Try Mustika HardiEditor : Aprionis
COPYRIGHT © ANTARA 2026