"Perubahan status hutan di Kabupaten Bangka mencapai 1.540 hektar yang dibagi menjadi tiga bagian kawasan hutan berdasarkan Keputusan Menteri Kehutan (Menhut) Nomor 798/Menhut-II/2012,"
Sungailiat (Antara Babel) - Seluas 1.540 hektar hutan di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami perubahan status guna kepentingan masyarakat setempat berdasarkan Keputusan Menteri Kehutan (Menhut) Nomor 798/Menhut-II/2012.

"Perubahan status hutan di Kabupaten Bangka mencapai 1.540 hektar yang dibagi menjadi tiga bagian kawasan hutan berdasarkan Keputusan Menteri Kehutan (Menhut) Nomor 798/Menhut-II/2012," kata Kepala Bidang Kehutanan, Hendar Sudrajat di Sungailiat, Jumat.

Diterbitkannya keputusan menteri itu, kata dia, setelah disahkannya rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) provinsi dan Kabupaten Bangka maupun kabupaten lainnya di provinsi ini.

"Tiga perubahan pada status hutan seluas itu seperti, hutan lindung menjadi hutan produksi maupun sebaliknya hutan produksi menjadi hutan area penggunaan lain," katanya dengan tidak menyebutkan secara rinci luas masing-masing hutan yang dilakukan perubahan status.

Ada hal mengenai hutan yang perlu diketahui masyarakata kata dia, yakni adanya suatu perbedaan penggunaan antara hutan produksi dengan hutan produksi konservasi, dimana hutan produksi konservasi penggunaanya lebih fleksibel.

"Hanya saja perubahan  status hutan di Kabupaten Bangka seluas  1.540 hektar itu sebagian bersifat transisi untuk daerah tertentu seperti kawasan hutan di Pantai Matras, dimana saat ini di kawasan hutan itu berstatus hutan lindung dan direncanakan untuk diubah statusnya menjadi hutan produksi konservasi," jelasnya.

Menurut dia, usulan perubahan kawasan hutan di pantai Matras tersebut masih menunggu persetujuan dari DPR RI.

"Ada beberapa kawasan hutan dapat diubah status fungsinya hanya cukup legalitas dari kementerian terkait, namun ada pula perubahan kawasan hutan yang perlu mendapat persetujuan legislator," katanya.

Pewarta: Oleh Kasmono
Editor : Aprionis

COPYRIGHT © ANTARA 2026