Pangkalpinang (ANTARA) - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan melantik 257 calon pegawai negeri sipil formasi 2018 menjadi PNS, guna meningkatkan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat daerah itu.

"Selamat bekerja, karena dengan pelantikan hari ini artinya kalian telah menjadi pegawai dengan SK PNS sudah 100 persen," kata Erzaldi Rosman Djohan di Pangkalpinang, Rabu.

Ia mengatakan surat keputusan (SK) CPNS menjadi PNS ini diserahkan kepada 257 orang yang terdiri dari 38 orang golongan II/c, 212 orang golongan III/a dan 7 orang golongan III/b dengan penempatan di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Selain itu, SK PNS ini juga diserahkan kepada jabatan fungsional tertentu seperti guru, perawat, dan profesi lainnya.
 
"Saya berpesan kepada 257 CPNS yang hari ini dilantik menjadi PNS agar dapat membawa nama baik Korps Pegawai Negeri. Seorang pegawai harus mampu memelihara korpsnya dengan cara menjaga kekompakan dan mengurus pekerjaan bersama tim," ujarnya.

Menurut dia jejak seorang pegawai jelas terekam dalam sistem yang digunakan saat ini. “Hindari radikalisme di antara maraknya informasi yang cepat di media sosial.

"Upgrade diri, jangan pernah puas atas apa yang telah didapat saat ini, karena di era perkembangan teknologi dan pertumbuhan ekonomi yang begitu cepat ini sangat membutuhkan kemampuan diri yang harus terus meningkat,"katanya.

Ia menambahkan lebih utama dari seorang pegawai adalah tentang mensyukuri apa yang telah didapat hari ini, mengingat banyaknya saudara-saudara lain yang ingin menjadi seorang PNS. Rasa syukur ini diharapkan dapat diimplementasikan ke dalam bentuk melaksanakan tugas dan pekerjaan dengan sebaik-baiknya.

"Bekerja baiklah bersama tim, kemudian laksanakan kebijakan dengan penuh kesadaran dan penuh kejujuran serta mengikuti aturan yang berlaku," katanya.

Ia berharap PNS profesi guru SMA/SMK, agar mampu memotivasi anak didiknya memiliki cita-cita yang jauh lebih kreatif dan termotivasi untuk berkarir usai menempuh pendidikan di sekolah.

Selain itu, diminta untuk gerakan penurunan angka stunting di Babel, dengan terus mengampanyekan bahwa penyebab stunting tidak hanya dikarenakan kekurangan gizi saat hamil atau kekurangan ASI saja, tetapi pernikahan dini juga menjadi penyumbang angka stunting yang cukup banyak di Babel.

Pewarta: Aprionis
Uploader : Adhitya SM

COPYRIGHT © ANTARA 2026