"Pada periode Agustus 2014 kami menemukan tiga kasus malaria yang menyerang warga setempat, diantaranya bayi berusia sekitar 3,5 tahun dan dua orang dewasa kisaran umur 28 hingga 35 tahun,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pangkalpinang Provinsi Bangka Belitung, mencatat sebanyak tiga warga di daerah itu terkena malaria pada Agustus 2014.

"Pada periode Agustus 2014 kami menemukan tiga kasus malaria yang menyerang warga setempat, diantaranya bayi berusia sekitar 3,5 tahun dan dua orang dewasa kisaran umur 28 hingga 35 tahun," kata Staf Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Dinkes Pangkalpinang, Tri Endariyanto di Pangkalpinang, Kamis.

Ia  mengatakan, ketiga warga yang tecatat terkena malaria yakni warga Kecamatan Air Itam, dua laki-laki dan satu perempuan.

"Sebaiknya warga memperhatikan lingkungan apalagi musim kemarau ini nyamuk lebih senang bersarang di dalam rumah dibanding di luar karena nyamuk akan mencari tempat yang lembab dan basah agar bisa berkembangbiak," ujarnya.

Ia mengatakan, selain itu faktor penyebab terkenanya malaria antara lain karena faktor fisik, kimia dan biologi.

"Faktor fisik itu seperti badan yang kurang fit sehingga gampang terkena penyakit, faktor kimia seperti limbah pabrik yang menjadi sarang nyamuk, sedangkan biologi yakni gaya hidup seseorang." ujarnya.

Ia menjelaskan, malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit bernama Plasmodium. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi parasit tersebut.

"Untuk antisipasi kami melakukan penyemprotan asap di area yang menjadi sarang nyamuk," ujarnya.

Selanjutnya, kata dia, jika sudah terkena gigit nyamuk itu, parasit tersebut akan berkembang biak di organ hati kemudian menginfeksi sel darah merah yang akhirnya menyebabkan penderita mengalami gejala-gejala malaria.

"Gejala penyakit malaria pada umumnya mengalami demam dan menggigil, sakit kepala, mual-mual, muntah, diare, terasa nyeri pada otot dan pegal-pegal," ujarnya.

Pewarta: Oleh Kasmono
Editor : Aprionis

COPYRIGHT © ANTARA 2026