"Ketergantungan pasokan sapi dari luar daerah masih sangat tinggi yaitu sekitar 94 persen...Muntok (Antara Babel) - Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, menyatakan produksi daging sapi dari peternak lokal masih rendah untuk memenuhi kebutuhan konsumen di daerah itu.
"Ketergantungan pasokan sapi dari luar daerah masih sangat tinggi yaitu sekitar 94 persen. Kami harapkan dalam lima tahun ke depan tren tersebut berubah seiring berbagai upaya pemerintah meningkatkan populasi sapi lokal," ujar Pengawas Mutu Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Distanbunnak Kabupaten Bangka Barat, Doni di Muntok, Selasa.
Ia mengatakan, produksi sapi dari peternak lokal pada tahun ini sebanyak 66 ekor yang disembelih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat, sementara kebutuhan sapi rata-rata tiga ekor setiap hari atau sekitar 1.000 ekor per tahun.
"Dari 66 ekor sapi yang dipotong untuk konsumsi itu merupakan sapi jantan yang tidak memenuhi syarat untuk dipelihara peternak dan hasil penjualannya dibelikan sapi betina untuk dipelihara peternak," kata dia.
Tingginya ketergantungan pasokan dari luar daerah tersebut, menurut dia, cukup mempengaruhi harga pasar yang sepenuhnya dikendalikan pedagang.
"Namun untungnya para pedagang juga tidak terlalu memberatkan konsumen, mereka tetap menjaga harga agar tidak terlalu memberatkan masyarakat, kalau ada selisih harga dari daerah lain masih dalam taraf kewajaran," kata dia.
Dikatakannya, harga daging has atau daging kualitas bagus masih dihargai Rp100.000 hingga Rp110.000 per kilogram.
Menurutnya, harga tersebut masih cukup wajar jika dibandingkan harga daging sapi di daerah lain.
"Kami terus terus menjalin komunikasi dengan pemasok dan pengelola rumah potong hewan agar mereka juga ikut menjaga harga daging," kata dia.
Dia mengatakan, masih tingginya harga daging sapi di daerah itu karena masih tingginya ketergantungan pasokan sapi dari daerah lain, namun jika nanti peternak bisa memenuhi kebutuhan tersebut, maka secara otomatis harga daging juga akan lebih terjangkau.
"Transportasi darat dan laut menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi harga daging di pasaran, ini akan berbeda jika nanti peternak lokal bisa produksi sendiri," katanya.
Ia mengatakan, sampai saat ini memang pihaknya masih fokus pada peningkatan populasi sapi yang setiap tahunnya terus meningkat.
"Populasi sapi menurut data terakhir sebanyak 1.430 ekor yang tersebar di kelompok ternak di seluruh enam kecamatan di Bangka Barat, kami yakin pada akhir tahun akan melebihi target 1.500 ekor sapi karena sampai saat ini masih banyak sapi bunting segera melahirkan," kata dia.
Pewarta: Oleh: Donatus Dasapurna PutrantaEditor : Aprionis
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.