"Inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada seluruh kelompok pengeluaran,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat inflasi Kota Pangkalpinang pada Desember 2014 sebesar 2,58 persen atau terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 115,29 pada November 2014 menjadi 118,26 pada Desember 2014.

"Inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada seluruh kelompok pengeluaran," Kata Kepala BPS Babel, Herum Fajarwati di Pangkalpinang, Sabtu.

Ia menjelaskan, kelompok pengeluaran bahan makanan naik sebesar 3,59 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,47 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 2,33 persen, serta kelompok sandang 1,31 persen.

Kemudian kelompok kesehatan naik 1,51 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,3 persen serta kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan naik sebesar 5,65 persen.

"Komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Desember 2014 antara lain bensin, beras, tarif listrik, udang basah, ikan selar, bahan bakar rumah tangga, daging ayam ras, angkutan udara, batu, dan cabai rawit," katanya.

Ia mengatakan, tingkat inflasi tahun kalender 2014 (Januari-Desember) dan tahun ke tahun (Desember 2014 terhadap Desember 2013) masing-masing sebesar 6,81 persen.

"Inflasi atau pun deflasi di kota pantau IHK dipengaruhi oleh kelancaran distribusi dan ketersediaan berbagai kebutuhan rumah tangga yang tentu saja berimbas langsung terhadap tingkat harga," ujarnya.

Merauke yang mengalami inflasi tertinggi yaitu sebesar 4,53 persen dengan IHK 123,90 dan terendah di Tual 1,43 persen dengan IHK 125,34.

Pewarta: Mulki
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026