"Saat ini kesadaran masyarakat meningkatkan kebersihan lingkungan dan memberantas sarang indukan nyamuk sudah tinggi,Pangkalpinang (Antara Babel) - Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung (Babel) mencatat kasus demam berdarah dengue (DBD) selama 2014 sebanyak 289 kasus atau mengalami penurunan drastis dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 741 kasus.
"Saat ini kesadaran masyarakat meningkatkan kebersihan lingkungan dan memberantas sarang indukan nyamuk sudah tinggi, sehingga kasus DBD 2014 mengalami penurunan yang cukup tinggi pula," kata Sekretaris Dinkes Babel Supriyadi di Pangkalpinang, Rabu.
Ia menjelaskan sebanyak 289 kasus DBD tersebut ditemukan di kabupaten/kota dengan rincian Kota Pangkalpinang 17 kasus, Bangka 73 kasus, Bangka Barat 92 kasus, Bangka Selatan 22 kasus, Bangka Tengah 42 kasus, Belitung 35 kasus dan penderita DBD di Belitung Timur sebanyak delapan kasus.
"Pada tahun ini, kami berupaya Babel bebas dari penyakit akibat gigitan nyamuk ini dengan meningkatkan berbagai kegiatan sosialisasi dan pemberantasan sarang nyamuk selama musim hujan dan pergantian musim," ujarnya.
Ia mengatakan sosialisasi kepada masyarakat tentang kebersihan lingkungan terus ditingkatkan karena pemicu peningkatan angka kasus DBD berkaitan erat dengan kebersihan lingkungan. Masyarakat harus sadar untuk meningkatkan kebersihan dengan melakukan 3M Plus.
"Kami juga membagikan bubuk abate secara gratis dan masyarakat dapat memperolehnya di puskesmas terdekat," ujarnya.
Ia berharap masyarakat yang terkena DBD untuk segera melapor kepada petugas kesehatan di puskesmas agar petugas dapat melakukan fogging untuk membasmi indukan nyamuk tersebut.
"Kita berupaya untuk melakukan antisipasi dini dengan fogging membunuh nyamuk dewasa dan abate membunuh jentik nyamuk, sehingga masyarakat terbebas dari penyakit musiman ini," ujarnya.
Pewarta: AprionisEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.