"Saat ini, kami sedang berkoordinasi dengan dinas pendidikan dan sekolah se-Kota Pangkalpinang,Pangkalpinang (Antara Babel) - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Pangkalpinang Provinsi Bangka Belitung (Babel), akan melibatkan sekolah-sekolah dalam penanaman mangrove di kawasan pesisir yang mengalami kerusakan.
"Saat ini, kami sedang berkoordinasi dengan dinas pendidikan dan sekolah se-Kota Pangkalpinang, agar mereka bisa berperan menanam dan menjaga hutan manggrove," kata Kabid Perikanan Tangkap DKP Pangkalpinang, Langkir di Pangkalpinang, Senin.
Ia menjelaskan, saat ini, kondisi hutan manggrove di pesisir pantai dan sungai mengalami kerusakan yang cukup parah, sehingga diperlukan perhatian dan kepedulian seluruh pihak dan masyarakat.
"Kerusakan hutan manggrove ini, jelas mengganggu populasi ikan, kepiting, udang dan rajungan lainnya karena tempat mereka berkembang biak rusak dan tercemar akibat pembangunan pabrik, penambangan timah dan sampah masyarakat," ujarnya.
Tidak hanya mengganggu populasi biota laut dan sungai, kata dia, kerusakan hutan manggrove ini akan menimbulkan berbagai bencana alam seperti banjir, abrasi dan lainnya.
"Mudah-mudahan dinas pendidikan dan sekolah mau bekerja sama dalam melestarikan hutan manggrove ini, sehingga kegiatan ini dapat dilaksanakan secepat mungkin," katanya.
Berdasarkan rencana, kata dia, pihaknya akan mengkavling-kavling lahan manggrove yang rusak dan kavling akan diserahkan kepada masing-masing sekolah untuk ditanami bibit manggrove yang telah disediakan.
Selain menanami bibit manggrove, kata dia, pihak sekolah juga bertugas bibit manggrove yang ditanami hingga besar.
"Dengan keterlibatan pihak sekolah ini, tentu akan mempercepat program pemerintah dalam melestarikan dan mencegah kerusakan hutan manggrove," ujarnya.
Pewarta: AprionisEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.