"Industri olahan perikanan ini menjadikan ikan sebagai bahan baku untuk membuat makanan ringan atau oleh-oleh khas Bangka, abon ikan dan produk makanan lainnya yang terbuat dari ikan,"Koba (Antara Babel) - Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung, mencatat produksi olahan hasil tangkapan ikan di daerah itu pada 2014 mencapai 1.731,89 ton.
Kepala DKP Bangka Tengah Dedy Muchiyat di Koba, Jumat, menjelaskan, angka produksi tersebut diperoleh berdasarkan hasil laporan tim di lapangan yang memantau dan mengawasi langsung industri pengolahan yang tersebar di setiap kecamatan.
"Industri olahan perikanan ini menjadikan ikan sebagai bahan baku untuk membuat makanan ringan atau oleh-oleh khas Bangka, abon ikan dan produk makanan lainnya yang terbuat dari ikan," ujarnya.
Ia mengatakan, sebenarnya banyak warga secara perorangan membuat produk makanan yang berbahan baku ikan namun hanya untuk konsumsi sendiri.
"Industri pengolahan perikanan ini biasanya dilakukan kalangan ibu rumah tangga. Pemerintah daerah terus mendorong agar menjadi usaha yang bisa menopang perekonomian keluarga," ujarnya.
Ia menjelaskan, produksi olahan ikan di Kecamatan Koba tercatat sebanyak 238,24 ton, Namang 0,75 ton, Pangkalanbaru 1.485,33 ton, dan produksi di Kecamatan Sungaiselan sebanyak 7,60 ton.
"Hanya empat kecamatan yang memproduksi olahan hasil ikan, dua kecamatan tidak memiliki produksi yaitu Kecamatan Simpangkatis dan Lubuk Besar," ujarnya.
Ia menjelaskan, produksi olahan hasil ikan ini memiliki prospek ekonomi ke depan jika benar-benar ditekuni.
"Setidaknya bisa menjadi sumber ekonomi alternatif bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan," ujarnya.
Pewarta: AhmadiEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026