Pangkalpinang (ANTARA) - Badan Mutu Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyebutkan nilai ekspor perikanan Kepulauan Babel pada Triwulan I 2026 sebesar Rp114,14 miliar atau turun 7,89 persen dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya Rp123,92 miliar.
"Penurunan ini karena nelayan tidak melaut lima hari menjelang dan setelah Lebaran 2026/Idul Fitri 1447 H," kata Kepala Badan Mutu KKP Kepulauan Babel, Dedy Arief Henriyanto di Pangkalpinang, Jumat.
Ia mengatakan frekuensi ekspor perikanan nelayan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung selama Triwulan I 2026 sebanyak 558 kali dengan nilai 6,76 juta dolar Amerika Serikat atau sebesar Rp114,14 miliar dengan tujuan ekspor utama yaitu Malaysia, Singapura, Australia dan negara lainnya.
"Ikan mayung menduduki peringkat utama ekspor perikanan Babel dengan tujuan ekspor Malaysia," katanya.
Menurut dia, permintaan pasar Malaysia terhadap ikan mayung ini sangat tinggi, sehingga berpotensi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir di daerah ini.
"Saat ini tingkat konsumsi ikan mayung di Bangka Belitung masih cukup rendah, sementara di Malaysia sangat tinggi, sehingga potensi perikanan ini sangat tinggi untuk meningkatkan ekspor dan kesejahteraan para nelayan daerah ini," katanya.
Ia menambahkan selain ikan mayung, ekspor cumi-cumi di Kepulauan Babel ini juga sangat tinggi, karena kualitas dan rasa cumi di daerah ini sangat baik dan diminati masyarakat di negara-negara lainnya.
"Rasa cumi Babel paling baik dan lebih enak, karena lebih lembut dibandingkan cumi-cumi di daerah lainnya sehingga Harga cumi-cumi di Kepulauan Babel ini lebih tinggi dibandingkan daerah lainnya," katanya.
Pewarta: AprionisUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026