Pangkalpinang (ANTARA) - Badan Mutu Kementerian Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan nilai ekspor perikanan Kepulauan Babel selama 2025 sebesar Rp629 miliar atau meningkat dibandingkan tahun sebelum Rp500 miliar.
"Alhamdulillah, ekspor perikanan meningkat karena permintaan pasar dunia yang tinggi," kata Kepala Badan Mutu KKP Provinsi Kepulauan Babel Dedy Arief Henriyanto di Pangkalpinang, Rabu.
Ia mengatakan total ekspor perikanan di Kepulauan Babel selama 2025 sebanyak 13.778 ton dengan frekuensi 2.821 kali dengan nilai Rp629 miliar ke empat negara yaitu Malaysia senilai Rp364 miliar sebanyak 10.728 ton.
Selanjutnya ekspor perikanan Kepulauan Babel ke Vietnam sebanyak 1.596 ton senilai Rp165 miliar, Singapura sebanyak 1.321 ton senilai Rp86 miliar dan Australia sebanyak 132 ton senilai Rp14 miliar.
"Saat ini permintaan pasar global terhadap perikanan Indonesia khususnya Kepulauan Babel sudah terjamin mutunya dan aman dikonsumsi masyarakat, sehingga permintaan semakin tinggi," katanya.
Selain itu, masyarakat internasional beralih mengkonsumsi ikan, rajungan, udang dan siput sehingga berdampak terhadap permintaan produk perikanan di Indonesia.
"Kami bersama pemerintah daerah terus mendorong pelaku usaha dan memberikan kemudahan layanan, dimulai dari perizinan dan lainnya terkait penjaminan mutu perikanan yang akan diekspor," katanya.
Ia menambahkan dalam meningkatkan ekspor perikanan ini, Badan Mutu KKP berusaha menghubungkan pelaku usaha dengan negara-negara tujuan ekspor.
"Pada tahun ini, kita akan melakukan ekspor udang melalui jalur udara, guna membantu pelaku usaha mengekspor udang ke berbagai negara tujuan ekspor udang ini," katanya.
