Pangkalpinang, Babel (ANTARA) - Badan Mutu Kementerian Kelautan Perikanan (BMKKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat nilai ekspor perikanan Kepulauan Babel selama Mei 2025 naik menjadi Rp47,5 miliar dibandingkan bulan sebelumnya sebesar Rp42,8 miliar.
"Alhamdulillah, tren ekspor perikanan ini terus naik, karena permintaan pasar dunia yang meningkat," kata Kepala BMKKP Kepulauan Babel Dedy Arief Henriyanto di Pangkalpinang, Babel, Selasa.
Ia mengatakan ekspor perikanan Provinsi Kepulauan Babel selama Mei tahun ini mencapai 1.259 ton senilai Rp47,5 miliar ke empat negara tujuan yakni Malaysia, Australia, Vietnam, dan Singapura.
Sementara, ekspor perikanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung selama April 2025 sebanyak 1.031 ton dengan nilai Rp42,8 miliar ke tiga negara yaitu Malaysia, Vietnam, dan Singapura.
"Pada Mei tahun ini bertambah satu negara tujuan ekspor yaitu Australia dengan komoditas ekspor udang kipas dan cumi-cumi," katanya.
Ia optimistis ekspor perikanan ini akan terus mengalami peningkatan, karena permintaan pasar dunia khusus empat negara ini yang tinggi, sehingga dapat mendorong perekonomian masyarakat di daerah ini.
"Kebutuhan dan tingkat konsumsi perikanan di empat negara tujuan ekspor ini terus meningkat dan ini terlihat dari peningkatan jumlah ekspor, frekuensi dan negara tujuan ekspor yang bertambah," katanya.
Menurut dia, jenis ikan yang paling banyak diekspor adalah mayong dengan tujuan ekspor ke Malaysia dan cumi dengan tujuan ekspor Australia.
"Kami terus mendorong sektor perikanan ini menjadi alternatif utama selain tambang timah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat pesisir di daerah ini," katanya.
