"Kami prihatin atas kematian ratusan ribu ikan petani karena limbah tambang itu dan diharapkan seluruh pihak mencari solusi masalah pencemaran ini,"
Toboali (Antara Babel) - Wakil Gubernur Bangka Belitung (Babel) Hidayat Arsani mendatangi lokasi tambak ikan petani yang tercemar limbah tambang timah di Desa Bencah, Kabupaten Bangka Selatan.

"Kami prihatin atas kematian ratusan ribu ikan petani karena limbah tambang itu dan diharapkan seluruh pihak mencari solusi masalah pencemaran ini," kata Hidayat Arsani, saat berkunjung di tambak petani yang tercemar limbah penambangan timah di Toboali, Selasa.

Wagub mendatangi tambak-tambak ikan tercemar itu, setelah ada informasi dari media massa dan petani yang mengeluhkan ratusan ribu ikan siap panen yang menimbulkan kerugian ratusan juta.

"Saya selaku wakil gubernur langsung mendatangi lokasi guna melihat langsung keadaan tambak tersebut dan ternyata benar kondisi tambak terkena banjir limbah tambang," ujarnya.

Berdasarkan pantauan, kata dia, tambak-tambak ikan petani terendam banjir air limbah tambang.

"Saya berharap permasalahan ini ada solusi dan perusahaan tambang harus bertanggung jawab atas kerugian yang dialami petani," ujarnya.

Untuk itu, kata dia, diharapkan Pemkab Bangka Selatan untuk segera menindaklanjuti keluhan petani tambak ini, sehingga kedua belah pihak mendapatkan solusi yang terbaik.

"Semoga kedua belah pihak dapat mencari 'win-win solusion' dan segera menghitung kerugian kelompok tani ikan Tebing Mandiri ini," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bangka Selatan Basuri yang ikut mendatangi lokasi membenarkan penyebab banjirnya tambak binaan dinas DKP tersebut akibat tertutupnya saluran air pembuangan akibat aktivitas pertambangan.

"Benar banjir akibat saluran air yang tertutup dan perusahaan tambang siap membuka kembali saluran air tambang tersebut," ujarnya.

Pewarta: Juniardi
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026