Indikator utama Bursa Efek Korea, Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) naik 8,55 poin atau 0,28 persen, menjadi berakhir di 3.068,82 poin.
KOSPI telah meningkat 6,80 persen sepanjang tahun ini, tetapi kehilangan 4,6 persen dalam 30 sesi perdagangan sebelumnya.
Sejumlah risiko penurunan termasuk krisis utang China Evergrande, krisis listrik di China dan masalah utang di Amerika Serikat mengaburkan prospek saham Korea Selatan, meningkatkan volatilitas di pasar, kata Lee Kyoung-min, seorang analis di Daishin Securities.
Di antara saham-saham kelas berat, raksasa teknologi Samsung Electronics diperdagangkan datar dan rekannya SK Hynix melonjak 3,00 persen, sementara LG Chem naik 1,17 persen dan Naver menguat 0,26 persen.
Investor asing adalah pembeli bersih saham senilai 34,8 miliar won (29,50 juta dolar AS) di papan utama.
Won dikutip pada 1.184,0 per dolar di platform penyelesaian dalam negeri, melemah 0,19 persen dari Rabu (29/9/2021) di 1.181,8. Di perdagangan luar negeri, won dikutip pada 1.184,1 per dolar, naik 0,3 persen. Won telah kehilangan 8,3 persen terhadap dolar sepanjang tahun ini.
Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah Korea 3-tahun yang paling likuid turun 1,5 basis poin menjadi 1,594 persen, dan imbal hasil obligasi Korea 10-tahun yang jadi acuan naik 1,1 basis poin menjadi 2,237 persen.
Pewarta: Apep SuhendarUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.