"Tanaman bambu memiliki daya serap karbon yang cukup tinggi untuk mengatasi persoalan CO2 di udara. Tanaman ini juga cukup baik untuk memperbaiki lahan kritis,"
Sungailiat (Antara Babel) - Bupati Bangka, Provinsi Bangka Belitung, Tarmizi Saat mengatakan tanaman bambu dapat dijadikan alternatif solusi untuk mengatasi lahan-lahan kritis di daerah itu yang saat ini telah mencapai tahap mengkhawatirkan akibat aktivitas penambangan bijih timah.

"Tanaman bambu memiliki daya serap karbon yang cukup tinggi untuk mengatasi persoalan CO2 di udara. Tanaman ini juga cukup baik untuk memperbaiki lahan kritis," kata dia di Sungailiat, Rabu.

Selain itu, menurut bupati, pohon bambu juga berfungsi sebagai penjernih air. Daerah bantaran sungai yang banyak pohon bambu airnya cenderung lebih jernih.

"Pertumbuhan pohon bambu lebih cepat dibanding pohon kayu, membuat bambu dapat diunggulkan untuk mengatasi lahan-lahan kritis. Selain itu bambu juga merupakan penghasil oksigen paling besar dibanding pohon lainnya," kata dia.

Lebih jauh bupati menyebutkan sebelumnya pihaknya mengusulkan tanaman rumbia untuk mengatasi lahan kritis namun dinilai kurang bagus.

"Setelah dikonsultasikan sepertinya tanaman rumbia kurang cocok untuk mengatasi lahan kritis di daerah kita. Bambu mempunyai struktur akar yang lebih kuat untuk menahan erosi dibandingkan dengan tanaman rumbia," katanya.

Dalam upaya perbaikan lahan kritis, lanjut bupati, rencananya pemerintah daerah akan melakukan penjajakan kerja sama denga salah satu perguruan tinggi.

"Kita akan lakukan kerja sama dengan Sekolah Tinggi Pertanian untuk penyuburan kembali lahan-lahan kritis akibat penambangan bijih timah," katanya.

Selain untuk memperbaiki lahan kritis, kata bupati, tanaman bambu juga dapat dimanfatkan masyarakat lokal untuk mengembangkan ekonomi kreatif yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

"Bambu juga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk kerajinan sehingga dapat meningkatkan perekonomian mayarakat," katanya.


Pewarta: Kasmono
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026