"Jika dibandingkan antara April - Mei 2015 maka tidak ada perubahan, jumlah warga yang terkena malaria sama banyaknya,"Pangkalpinang (Antara Babel) - Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, menyatakan dua warga di daerah itu terjangkit malaria pada Mei 2015 atau jumlah itu sama seperti bulan sebelumnya.
"Jika dibandingkan antara April - Mei 2015 maka tidak ada perubahan, jumlah warga yang terkena malaria sama banyaknya," kata Staf Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Dinkes Pangkalpinang, Tri Endriyanto, di Pangkalpinang, Senin.
Ia menjelaskan, pada Mei 2015 warga yang terkena malaria itu berasal dari Kelurahan Air Itam dengan kisaran umur lima hingga sembilan tahun, sedangkan yang satunya lagi berasal dari Kelurahan Selindung dengan kisaran umur 15 tahun. Keduanya berjenis kelamin perempuan.
"Biasanya faktor yang menyebabkan mereka terkena malaria karena faktor fisik yang kurang istirahat dan tidak fit sehingga gampang terserang penyakit, faktor kimia karena di lingkungan dia tinggal banyak limbah pabrik atau sampah yang bertumpuk dan menjadi sarang nyamuk serta faktor biologis yaitu gaya hidup seseorang yang tidak menerapkan hidup sehat," ujarnya.
Ia menjelaskan, penyakit itu ditularkan melalui gigitan nyamuk yang membawa parasit plasmodium falciparum dan plasmodium vivax. Parasit akan masuk ke aliran darah dan bergerak ke organ hati yang mengakibatkan terjadinya infeksi dan berkembang di organ hati.
"Dari hati parasit akan masuk ke aliran darah dan akan memanfaatkan sel darah merah untuk berkembang biak. Maka itu kami selalu mengingatkan warga untuk menjaga kebersihan," ujarnya.
Selanjutnya, kata dia, gejala penyakit itu pada umumnya mengalami demam dan menggigil, sakit kepala, mual-mual, muntah, diare, terasa nyeri pada otot dan pegal-pegal.
"Jika ada keluarga atau kerabat yang merasakan gejala tersebut segera bawa kepuskesmas atau tempat pelayanan kesehatan agar dapat segera diberikan pengobatan sehingga bisa mencegah timbulnya malaria. Lebih baik mencegah dari pada mengobati," ujarnya.
Pewarta: MulkiEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.