"Kami sudah sampaikan masalah ini kepada PLN Ranting Toboali, namun hingga kini belum ada tanggapan,"Toboali (Antara Babel) - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung, Basu Supriana menyatakan operasional pabrik es di Desa Sadai belum maksimal karena terkendala pasokan listrik.
"Kami sudah sampaikan masalah ini kepada PLN Ranting Toboali, namun hingga kini belum ada tanggapan," kata dia di Toboali, Kamis.
Ia menjelaskan, pembangunan pabrik es itu sendiri merupakan upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas ikan hasil tangkapan nelayan yang diharapkan akan bermuara pada kesejahteraan nelayan tradisional dan keluarganya.
"Selama ini para nelayan masih mengandalkan es balok untuk mengawetkan ikan dari Pangkalpinang dan Belitung," ujarnya.
Ia mengatakan, kebutuhan es untuk nelayan tradisional mencapai 50 ton per hari dan apabila pabrik bisa beroperasi tentu akan sangat membantu nelayan setempat.
"Sejauh ini kebutuhan es nelayan Desa Tukak, Sadai dan Penutuk didatangkan dari Pangkalpinang, sedangkan untuk nelayan di Kecamatan Kepulauan Pongok berasal dari Belitung," kata dia.
Menurut dia, pada saat musim ikan teri banyak ikan yang busuk karena tidak ada es, sehingga ikan-ikan itu terpaksa dibuang.
"Pada saat musim hujan atau cuaca kurang panas, maka ikan kecil-kecil sejenis teri tidak bisa dikeringkan, sehingga terpaksa dibuang," ujarnya.
Untuk itu, ia berharapan PLN segera memasok kebutuhan listrik sehingga pabrik yang ada di Desa Sadai itu dapat beroperasi secara maksimal.
"Kebutuhan listrik untuk mengoperasikan pabrik es ini sebesar 131 ribu watt dan kebutuhan listrik di PPI sekitar 30 ribu watt. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini pihak PLN dapat merealisasikannya," katanya.
Pewarta: JuniardiEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.