"Kami sedang melakukan kegiatan pendataan atau survei langsung ke lapangan agar program ini benar-benar tepat sasaran dan warga yang dibantu memang membutuhkan,"
Muntok, Babel, (Antara Babel) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung tahun ini akan membangun sebanyak 34 unit rumah layak huni (RLH) yang diharapkan bisa membantu meningkatkan derajat hidup warga miskin di daerah itu.


"Kami sedang melakukan kegiatan pendataan atau survei langsung ke lapangan agar program ini benar-benar tepat sasaran dan warga yang dibantu memang membutuhkan," ujar Sekretaris Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bangka Barat Ramlan Ngad Jum di Muntok, Senin.


Ia menjelaskan, jumlah anggaran untuk membangun satu unit RLH masing-masing tidak sama karena disesuaikan kebutuhan di lapangan.


Program RLH, kata dia, sudah dijalankan sejak lama dan banyak keluarga kurang mampu yang menikmatinya.


Ia mengatakan, program RLH merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah serta terbangunnya persatuan tiga pilar pembangunan yakni pemerintah, masyarakat dan dukungan swasta.


"Program ini akan kami lakukan berkelanjutan, seiring masih adanya rumah-rumah warga miskin yang belum bisa terbantu kartena keterbatasan anggaran yang ada," kata dia.


Ia mengatakan, selain memberikan peningkatan kualitas rumah lebih layak huni, pemkab juga terus meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui Balai Latihan Kerja (BLK) agar masyarakat bisa membuka peluang kerja mandiri.


"Perkembangan jaman semakin tinggi dan kebutuhan hidup juga meningkat, ini perlu disiasati dengan memberikan keterampilan kepada warga agar mampu bersaing, jangan sampai mereka hanya mengharapkan uluran tangan pemerintah terus," kata dia.


Menurut dian dilaksanakannya kegiatan ini juga sebagai salah satu upaya pengentasan kemiskinan dan pembukaan peluang kerja masyarakat miskin di daerah itu.


"Kami gelar kegiatan ini untuk memberikan rumah layak huni, ini otomatis penerima tidak lagi masuk dalam daftar keluarga miskin," kata dia.


Ia mengatakan, dalam realisasinya nanti di lapangan diharapkan tim bisa menyesuaikan kondisi rumah yang akan diperbaiki, misalnya untuk material lama nanum masih bagus kondisinya masih bisa digunakan lagi.


Untuk penyediaan WC sehat, kata dia, kalau rumah lama sudah ada dan di posisi luar rumah juga tim tidak perlu membangun WC baru.


"Anggaran sisa bisa untuk mempercantik rumah agar lebih lauak huni, jadi tim tidak perlu memaksakan seperti ketentuan pada gambar, namun menyesuaikan kondisi di lapangan," kata dia. 


Pewarta: pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026