"Penurunan NTP ini, karena turunnya harga hasil pertanian, sementara harga barang dan jasa serta biaya produksi pertanian naik," kata Kepala BPS Provinsi Kepulauan Babel Dwi Retno Wilujeng Wahyu Utami di Pangkalpinang, Kamis.
Ia mengatakan penurunan NTP pada Januari 2022 di Babel dipengaruhi oleh turunnya dua subsektor pertanian, yaitu tanaman hortikultura turun 9,50 persen dan tanaman perkebunan rakyar sebesar 0,54 persen.
"Pada Januari tahun ini, tanaman pangan naik 0,99 persen, peternakan 0,94 persen dan perikanan naik sebesar 1,70 persen," ujarnya.
Menurut dia indeks harga yang diterima petani (It) turun sebesar 0,74 persen dibanding Desember 2021, yaitu dari 149,78 menjadi 148,67. Sebaliknya indek harga yang dibayar petani (ib) pada naik sebesar 0,13 persen dibanding Desember 2021, yaitu dari 110,18 menjadi 110,33.
"Kenaikan Ib ini karena kenaikan nilai Ib pada seluruh subsektor pertanian, yaitu tanaman pangan 0,11 persen, hortikultura 0,30 persen, tanaman perkebunan rakyat
0,11 persen, peternakan 0,20 persen dan perikanan naik 0,16 persen," katanya.
Ia menjelaskan secara umum, NTP Januari 2022 lebih tinggi 15,96 persen dibandingkan NTP Januari 2021. Perubahan tertinggi terjadi pada subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 18,80 persen.
"NTP Januari tahun ini tertinggi terjadi pada tanaman perkebunan rakyat 140,91 dan terendah terjadi di tanaman pangan hanya 96,18," katanya.
Pewarta: AprionisUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.