"Dalam sekali panen mencapai 30 ton merupakan salah satu contoh yang bisa ditiru desa-desa lain untuk meningkatkan kesejahteraan warganya,"Muntok, (Antara Babel) - Bupati Bangka Barat, Provinsi Bangka Baelitung Zuhri M Syazali menyatakan Desa Belolaut, Kecamatan Muntok bisa dijadikan contoh desa-desa lain yang memiliki potensi kelautan dan perikanan atas kesuksesannya melakukan budidaya kerang.
"Dalam sekali panen mencapai 30 ton merupakan salah satu contoh yang bisa ditiru desa-desa lain untuk meningkatkan kesejahteraan warganya," ujarnya di Muntok, Jumat.
Ia mengatakan, Desa Belolaut merupakan salah satu desa yang telah di canangkan untuk menjadi desa mandiri pada 2012, dengan potensi kelautan dan perikanan.
Melalui panen raya yang menghasilkan 30 ton, kata dia, itu merupakan bukti bahwa warga desa mampu mengembangkan segala sumber daya yang ada sebagai sentra penghasil kerang daerah.
"Kami berharap ke depan Belolaut akan menjadi desa yang identik sebagai penghasil kerang terbaik di Kabupaten Bangka Barat dan para petani budidaya kerang mudah memasarkan produknya hingga ke luar daerah," ujarnya.
Selain penghasil kerang terbaik, kata dia, Belolaut juga memiliki potensi kelautan yang melimpah seperti udang dan perikanan laut yang akan dikembangkan.
Ia mengatakan, berhasilnya kelompok tani di desa pesisir itu mengembangkan budidaya kerang menandakan respon masyarakat positif dalam menerima program desa mandiri sektor kelautan dan perikanan yang dicanangkan pemkab setempat.
"Kami berharap SKPD terkait tanggap dan lebih sering memantau, membimbing dan membina warga dan pejabat pemerintah desa agar pengembangan sektor unggulan tersebut terus meningkat secara signifikan," kata dia.
Menurut dia, keberhasilan warga dalam budidaya kerang merupakan sebuah prestasi atas kerja keras semua unsur yang terlibat, masyarakat, aparatur pemerintah desa dan pemkab yang bisa dicontoh desa ¿ desa lain bahwa segala sumber daya yg dimiliki dapat menjadi sebuah potensi unggulan yang memberikan manfaat ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Kami yakin jika masyarakat mau dan mampu berusaha sendiri, pemkab akan memfasilitasi sarana dan prasarana agar motivasi besar dalam mengembangkan sumber daya yang dimiliki mampu meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat," kata dia.
Ia mengatakan, sinergitas antarlini ini merupakan model pembangunan partisipatif yaitu pemkab sebagai fasilitator, masyarakat sebagai pelaku dan swasta sebagai salah satu penopang pembangunan.
Menurut dia, pemanfaatan tiga elemen ini dalam mencapai target pembangunan memerlukan sinergisitas yang terkonsep dan didukung oleh lingkungan yang kondusif dan bersahabat.
"Kami harapkan panen raya kerang di Desa Belolaut bisa menjadi tonggak utama dalam menggerakkan masyarakat guna membangun kreatifitas dan inovasi baru menuju masyarakat Bangka Barat yang mandiri dan sejahtera," katanya.
Pewarta: pewarta: Donatus Dasapurna PutrantaUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026