Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengembangkan budi daya perikanan di kawasan hutan mangrove guna meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir daerah itu.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Joka Triadhi saat acara pelantikan pengurus Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) di Pangkalpinang, Kamis, mengatakan potensi perikanan di kawasan hutan mangrove Babel sangat besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir khususnya nelayan tradisional.

"Kita akan memadukan budidaya kepiting bakau, ikan, kerang dara dan lainnya dengan  program konservasi mangrove ini," katanya.

Menurut dia, saat kondisi cuaca di perairan laut memburuk, para nelayan tidak bisa melaut sehingga pendapatan drastis menurun.

"Dengan pemanfaatan hutan mangrove ini, para nelayan ini tidak hanya mencari ikan di tengah laut, tetapi bisa membudidayakan kepiting, ikan, kerang yang memiliki nilai ekonomi tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan ini," ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Babel tahun 2017, total panjang garis pantai Kepulauan Babel mencapai 2.375,92 kilometer.

Menurut dia, dengan total panjang pantai tersebut, potensi budidaya perikanan di kawasan hutan mangrove Babel dapat menekan angka kemiskinan, stunting dan masalah sosial lainnya di daerah pesisir.

"Kita ingin kegiatan konservasi dan rehabilitasi mangrove tidak hanya berbicara tentang menanam pohon, tetapi tentang menjaga sistem penyokong perekonomian masyarakat pesisir ini," katanya.

Selain itu, Ia juga berharap KKMD Kepulauan Babel dapat membantu pemerintah daerah meningkatkan potensi ekonomi di kawasan hutan mangrove.



Pewarta: Aprionis
Editor : Feny Aprianti

COPYRIGHT © ANTARA 2026