"Jangan sampai perselisihan antarnelayan ini melebar dan tidak terkendali yang akan mengancam keamanan masyarakat di dua desa tersebut,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menangani konflik nelayan Desa Belinyu dengan Penyusuk untuk meredam perselisihan berkepanjangan.

"Jangan sampai perselisihan antarnelayan ini melebar dan tidak terkendali yang akan mengancam keamanan masyarakat di dua desa tersebut," kata Kabid Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya DKP Babel Kristializar di Pangkalpinang, Kamis.

Ia menjelaskan perselisihan ini terjadi karena nelayan Belinyu menggunakan jaring tarik di wilayah penangkapan ikan nelayan Penyusuk.

"Kita telah menemukan nelayan di dua desa tersebut, namun belum mencapai kata sepakat diantara kedua belah pihak," ujarnya.

Ia mengatakan berdasarkan peraturan yang berlaku, jaring tarik ini dilarang, namun dilain pihak penggunaan jaring tarik ini sudah digunakan puluhan tahun oleh nelayan Belinyu.

"Jaring tarik ini dilakukan secara manual untuk menangkap ikan kepetek, sehingga tidak menimbulkan kerusakan lingkungan," ujarnya.

Dalam menyelesaikan perselisihan ini, kata dia, pihaknya lebih menggunakan kearifan lokal, karena jaring tarik ini sudah dilakukan nelayan secara turun temurun.

"Untuk menyelesaikan masalah ini perlu kehati-hatian dan pendekatan yang baik, jika tidak akan memicu masalah baru," ujarnya.

Menurut dia sebetulnya masalah ini tidak perlu terjadi, karena perairan daerah ini boleh dimanfaatkan oleh nelayan tradisional untuk menangkap ikan.

"Mudah-mudahan pertemuan besok, perselisihan ini selesai sehingga nelayan bisa dengan tenang menangkap ikan di perairan daerah ini," ujarnya.  



Pewarta: Aprionis
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026