"Saat ini, kami sedang menyalurkan bantuan pupuk organik merek NPK sebanyak 50 kilogram per hektar kepada masing-masing petani lada," ujar Kabid Perkebunan Dishutbun Bangka Selatan, Kartino di Toboali, Rabu.
Ia menjelaskan, penyaluran pupuk organik ini karena awal November 2012, para petani lada yang tersebar di tujuh kecamatan yaitu Kecamatan Toboali, Tukak Sadai, Air Gegas, Payung, Lepar Pongok, Pulau Besar dan Simpang Rimba sedang melakukan penanaman lada.
"Pupuk organik yang disalurkan ini sebagai pupuk dasar tanaman lada, sehingga akan mempercepat pertumbuhan dan lebih tahan terhadap hama penyakit," ujarnya.
Ia mengatakan, pada November ini, 19 kelompok petani lada mulai melakukan penanaman lada di lahan seluas 450 hektare.
"Selama ini, para petani terkendala dana dalam menanam lada sehingga banyak petani beralih mengembangkan tanaman lainnya seperti karet dan sayur mayur, bahkan ada yang beralih menjadi penambang bijih timah.
Ia mengatakan, melalui bantuan ini, petani akan termotivasi dan bersemangat untuk mengembangkan perkebunan lada, sehingga lada Babel khususnya Bangka Selatan kembali menguasai pasar internasional.
"Kami optimistis lada Babel khususnya Bangka Selatan pada 2015 akan kembali mampu memenuhi permintaan pasar internasional yang tinggi," ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini, produksi lada Bangka Selatan belum mampu memenuhi pasar yang mencapai 150 ribu ton per tahun, sementara produksi lada petani hanya berkisar 11 hingga 12 ribu ton per tahun.
Produksi lada 2011 mencapai 12.937 ton dengan luas tanam 19.943,60 hektare mengalami peningkatan jika dibandingkan produksi 2010 sebanyak 12.369 ton dengan luas tanam 17.854 hektare.
Sementara itu, produksi lada 2009 sebanyak 5.127 ton dengan luas tanam 16.899 hektare, 2008 sebanyak 5.280 ton dengan luas tanam 13.190 ton.
"Mudah-mudahan dengan adanya penanaman lada di lahan baru dan bantuan pupuk akan lebih memicu animo petani dalam meningkatkan produksi lada sehingga Bangka Selatan mampu memenuhi permintaan pasar internasional," ujarnya.
: Aprionis
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.