Pada tahun ini ditargetkan 750 ekor ayam khas daerah ini kembali asli sebagai ayam pedaging dan petelur."
Pangkalpinang (Antara Babel) - Balai Benih Pertanian Pelempang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, hingga Agustus 2015 berhasil memurnikan 450 ekor ayam Merawang guna meningkatkan produksi daging dan telur ayam di daerah itu.

"Pada tahun ini ditargetkan 750 ekor ayam khas daerah ini kembali asli sebagai ayam pedaging dan petelur," kata Kepala BBP Pelempang, Pairus di Pangkalpinang, Minggu.

Menurut dia program pemurnian ayam ini sangat penting, mengingat ayam merawang yang dikembangkan masyarakat sudah tidak murni lagi, karena sudah mengalami kawin silang dengan ayam kampung biasa, sehingga karakteristik ayam ini menurun bahkan hilang
    
"Ayam merawang ini memiliki dua fungsi yaitu sebagai ayam pedaging dan petelur yang produktif," ujarnya.

Ia menjelaskan berat ayam merawang jantan bisa mencapai 3,2 kilogram dan betina 2,5 kilogram, sementara produksi telur mencapai 154 butir per ekor per tahun.

"Perkawinan silang ini jelas akan mengurangi produktivitas ayam merawang, karena ukuran badan yang lebih kecil dan telur semakin berkurang," ujarnya.

Ia mengatakan program pemurnian ayam merawang merupakan salah satu upaya melestarikan keaslian ayam khas daerah ini yang memiliki potensi untuk mewujudkan daerah swasembada daging dan telur ayam.

Untuk itu, kata dia, pihaknya terus berupaya agar ayam khas daerah ini tidak hilang keasliannya, sehingga akan mempercepat mewujudkan daerah swasembada daging dan telur ayam.

"Jangan sampai keaslian ayam khas daerah ini hilang, karena perkawinan silang," ujarnya.

Pewarta: Aprionis
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026