Berdasarkan pantauan Satelit Terra dan Aqua titik panas itu tersebar di empat kabupaten."Pangkalpinang (Antara Babel) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Pangkalpinang, mencatat ada sepuluh titik panas yang tersebar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai indikasi awal kebakaran.
"Berdasarkan pantauan Satelit Terra dan Aqua titik panas itu tersebar di empat kabupaten," kata Staf Koordinator Unit Analisis BMKG Pangkalpinang Deas Achmad Rivai di Pangkalpinang, Jumat.
Ia mengatakan, jumlah titik panas terbanyak berada di Kabupaten Bangka Selatan yang terpantau sebanyak empat titik.
"Titik panas ini tersebar di tiga daerah, yakni di Kecamatan Toboali dua titik, Kecamatan Air Gegas dan Payung masing-masing satu titik," katanya.
Sisanya berada di Kabupaten Bangka Tengah yang terpantau sebanyak dua titik panas yakni terjadi di Kecamatan Koba.
"Sedangkan di Kabupaten Belitung, titik panas terdeteksi di Kecamatan Membalong sebanyak satu titik dan di Kabupaten Belitung Timur, titik panas terpantau di Kecamatan Sijuk sebanyak tiga titik," katanya.
Ia mengatakan pada saat kemarau banyak lahan yang kering dan sangat rentan terjadi kebakaran, maka itu kami harapkan warga dapat mengurangi aktivitas yang dapat menimbulkan titik api.
"Kami mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan karena api akan sulit ditangani seiring kecepatan angin selama musim kemarau ini cukup kencang," katanya.
Menurut dia, saat ini curah hujan di daerah Babel relatif rendah sehingga banyak lahan yang mengalami kekeringan dan sangat mudah terbakar.
"Lahan kering ini rentan kebakaran jika tidak hati-hati. Apalagi jika perilaku pembakaran lahan masih dilakukan oleh masyarakat," katanya.
Pewarta: Donatus Dasapurna PutrantaEditor : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.