Sungailiat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyiagakan pasukan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) guna melakukan mencegah, mengendalikan, dan memadamkan kebakaran hutan serta lahan.
"Pasukan karhutla disiagakan sebagai bentuk komitmen , tanggung jawab bersama dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan, lahan yang berdampak kepada keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan," kata Bupati Bangka Fery Insani di Sungailiat, Jumat saat gelar Pasukan Karhutla.
Ia mengatakan, Pasukan Karhutla menjadi sarana memperkuat koordinasi, menyamakan persepsi, membangun sinergi, upaya pencegahan maupun penanganan kebakaran secara cepat, tepat dan terpadu.
Pasukan Karhutla memantau daerah rawan ancaman kebakaran secara berkala dan mendeteksi potensi api sejak dini agar kebakaran berskala kecil bisa langsung dipadamkan sebelum meluas ke area yang lebih luas.
Pasukan Karhutla melibatkan satuan dari TNI, Polri dan unsur Pemerintah Kabupaten Bangka dan seluruh elemen masyarakat.
Kapolres Bangka AKBP Indra Feri Dalimunthe, mengatakan pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan menjadi tanggung jawab bersama. Sinergitas dan kesiapsiagaan harus terus ditingkatkan, mulai dari upaya pencegahan, deteksi dini hingga penanganan apabila terjadi kebakaran.
"Saya ingatkan seluruh personel Pasukan Karhutla untuk meningkatkan kesiapsiagaan, melakukan deteksi dini terhadap potensi kebakaran, serta mengedepankan langkah pencegahan dan edukasi kepada masyarakat," jelas dia.
Kapolres juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau potensi terjadinya karhutla.
Berdasarkan data dari Damkar Kabupaten Bangka, luas wilayah hutan dan lahan yang terbakar mencapai 462,3 hektare di 250 titik yang tersebar di sejumlah wilayah kecamatan.
Pewarta: KasmonoUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.