Tahun ini kita telah menyertifikasi 200 orang dan tahun depan 250 orang lagi tenaga kerja sektor pariwisata."Pangkalpinang (Antara Babel) - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyertifikasi tenaga kerja pariwisata agar mampu bersaing menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
"Tahun ini kita telah menyertifikasi 200 orang dan tahun depan 250 orang lagi tenaga kerja sektor pariwisata," kata Kepala Disbudpar Kepulauan Babel, KA Tajuddin, di Pangkalpinang, Jumat.
Ia menjelaskan, program sertifikasi tenaga kerja sektor pariwisata tersebut dimaksudkan guna meningkatkan kemampuan dan sumber daya manusia pekerja pariwisata agar mereka mampu bersaing dengan tenaga kerja asing pada MEA nanti.
"Ketika MEA diberlakukan maka akan banyak tenaga kerja pariwisata asing masuk ke daerah ini, demikian juga sebaliknya tenaga kerja Indonesia khususnya Bangka Belitung juga dapat mencari pekerjaan di negara-negara ASEAN. Untuk menghadapi semua itu kita harus siap," ujarnya.
Ia menambahkan, jumlah tenaga kerja pariwisata bersertifikasi di Babel saat ini masih sangat kurang dan perlu diperbanyak lagi agar pekerja pariwisata di daerah tidak menjadi penonton pada era MEA nanti.
"Saat ini baru ada sekitar 200 orang pekerja pariwisata yang bersertifikat dan setidaknya kita masih kekurangan sekitar 500 orang lagi," ujarnya.
Untuk itu, menurut Tajuddin, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan sumber daya manusia tenaga kerja pariwisata baik dari sisi kualitas maupun kuantitas agar benar-benar bisa bersaing dan mencari peluang kerja di Indonesia dan di negara-negara ASEAN.
"Kami berharap agen travel dan pelaku pariwisata lainnya ikut berperan meningkatkan kualitas sumber daya manusia pekerjanya dan melaporkan jika tenaga kerja belum besertifikat agar pemerintah bisa memfasilitasinya," ujarnya.
Pewarta: AprionisEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.