Sebelumnya pada Senin (5/10) pantauan titik panas dari satelit Terra dan Aqua tidak ada sama sekali dan hari ini terpantau tiga titik panas di provinsi ini."Pangkalpinang (Antara Babel) - Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kota Pangkalpinang kembali memantau titik panas di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akibat aktivitas pembakaran lahan.
"Sebelumnya pada Senin (5/10) pantauan titik panas dari satelit Terra dan Aqua tidak ada sama sekali dan hari ini terpantau tiga titik panas di provinsi ini," kata Staf Koordinator Unit Analisis Kantor BMKG Pangkalpinang Evi Diana Prihatiningsih di Pangkalpinang, Selasa.
Ia menjelaskan titik panas itu terpantau di dua daerah, yakni di Kabupaten Bangka Selatan dan Bangka Tengah.
"Di Kabupaten Bangka Selatan terdeteksi dua titik yang terpantau di Kecamatan Toboali, sedangkan di Bangka Tengah titik panas terdeteksi di Kecamatan Gantung sebanyak satu titik," katanya.
Ia mengatakan meskipun yang terpantau hanya tiga titik panas, diharapkan warga tidak melakukan aktivitas yang menyebabkan timbulnya titik panas yang lebih banyak lagi.
"Kami berharap masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan yang akan memicu bertambahnya jumlah titik api di daerah tersebut," katanya.
Menurut dia, titik panas dapat berubah-ubah tergantung suhu udara dan aktivitas pembakaran lahan selama kemarau.
"Selama kemarau rawan terjadi kebakaran dan api cukup sulit ditangani karena angin dapat membantu penyebaran api dengan cepat ," katanya.
Selain itu, kata dia, masyarakat juga diminta untuk mewaspadai kabut asap dan memakai masker karena kabut asap tidak hanya datang dari provinsi itu, namun juga bisa datang dari provinsi lain.
"Tetap waspada dan jaga kesehatan. Dampak akibat kabut asap cukup buruk karena mengganggu jarak pandang, mengakibatkan mata perih dan juga berpotensi menimbulkan penyakit ISPA," katanya.
Pewarta: MulkiEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.