Pangkalpinang (Antara Babel) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bangka Belitung (Babel) akan mengumpulkan 1.212 orang petugas Sensus Pertanian 2013 yang tersebar di kabupaten/kota di daerah itu.
"Kegiatan ini dipusatkan di Gedung BPS Babel untuk memantapkan kembali visi misi petugas dalam menyukseskan kegiatan sensus pada 1-15 Mei 2013," ujar Kabid Integrasi Pengelolaan dan Desiminasi Statistik (IPDS) BPS Babel Agusman Simbolon di Pangkalpinang, Jumat.
Ia menjelaskan, pada kegiatan yang akan dilangsung Selasa (30/4) nanti petugas sensus pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan yang tersebar di Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, Bangka Barat, Bangka Selatan, Belitung, Belitung Timur dan Kota Pangkalpinang akan mendapatkan pengarahan lebih rinci agar mudah mewawancarai petani.
"Kami harapkan dengan adanya pertemuan ini pengumpulan data pertanian sesuai kententuan yang berlaku, sehingga akan mengurangi kesalahan-kesalahan petugas dalam mengumpulkan data pertanian tersebut," ujarnya.
Ia mengatakan, untuk menyukseskan Sensus Pertanian 2013 pihaknya telah melatih petugas pencacah selama 24 hari sejak 1 hingga 24 April 2013.
Selain itu, juga mengencarkan kegiatan sosialisasi melalui media massa cetak, elektronik, televisi, radio, baliho, stiker dan lainnya.
"Mudah-mudahan melalui berbagai kegiatan ini akan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) petani, memberikan informasi pertanian, peternakan, perkebunan yang sebenar-benarnya kepada petugas, sehingga data yang diperoleh nanti merupakan data riil sebagai gambaran kondisi pertanian di Babel," ujarnya.
Menurut dia, data pertanian yang riil sangat mempengaruhi pengambilan kebijakan pemerintah daerah untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.
"Untuk mendapatkan berbagai informasi tentang jumlah usaha pertanian, rumah tangga petani, komoditas pertanian serta distribusi penguasaan dan pengusahaan lahan menurut golongan luas yang akurat diperlukan kecerdasan petugas mendata hasil pertanian diperlukan kerjasama semua pihak," ujarnya.
Ia menagatakan, data Sensus Pertanian 2013 ini merupakan kunci akses dalam upaya peningkatan akurasi data statistik tanaman pangan yang dapat dijadikan sebagai indikator ketahanan pangan, memberikan informasi ketersediaan pangan serta jenis komoditas pendukung diversifikasi pangan berbasis komoditi lokal.
