"Alhamdulillah pada hari pertama pelaksaan UN susulan yang dilakukan secara serentak mulai pukul 08.00 WIB hingga 09.30 WIB berjalan dengan baik, tertib dan lancar."
Pangkalpinang (Antara Babel) - Sebanyak 21 siswa tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) sederajat di Provinsi Bangka Belitung (Babel) mengikuti ujian nasional (UN) susulan, Senin.


"Alhamdulillah pada hari pertama pelaksaan UN susulan yang dilakukan secara serentak mulai pukul 08.00 WIB hingga 09.30 WIB berjalan dengan baik, tertib dan lancar," ujar Kabid Dikmenti Dinas Pendidikan Babel Wahyudin di Pangkalpinang, Senin.


Ia menjelaskan, ke-21 siswa SLTP sederajat tersebut merupakan peserta UN susulan SLTP di Kabupaten Bangka sebanyak empat orang, Bangka Barat tiga orang, Bangka Tengah tiga orang, Bangka Selatan tiga orang, Belitung lima orang, Belitung Timur dua orang dan Kota Pangkalpinang tiga orang.


"Pada hari pertama ini mata pelajaran yang diujikan yaitu Bahasa Indonesia, Selasa (30/4) Bahasa Inggris, Rabu (1/5) Matematika dan Kamis (2/5) Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)," ujarnya.


Ia mengatakan, soal UN susulan sudah didistribusikan ke masing-masing Dinas Pendidikan di kabupaten/kota untuk didistribusikan ke sekolah.


"Soal UN ini tetap dijaga dengan ketat oleh aparat kepolisian, tim pengawas Dinas Pendidikan, sekolah dan perguruan tinggi untuk mencegah kebocoran soal UN tersebut," ujarnya.


Menurut dia, peserta yang mengikuti UN susulan itu sudah memberikan surat keterangan izin sakit dari dokter. Oleh sebab itu, mereka boleh mengikuti UN susulan ini.


"Siswa yang tidak hadir akan gugur, oleh sebab itu manfaatkan sebaik-baiknya dan jaga kondisi kesehatan fisik dan mental," ujarnya.


Ia mengatakan, model dan sistem penyelenggaraan UN susulan sama dengan UN utama. Dalam satu kelas siswa satu dengan yang lain akan mengerjakan soal yang berbeda, namun dengan bobot yang sama.


"Peserta UN susulan ini tetap diawasi oleh dua orang pengawas silang yang bukan berasal dari sekolah yang sama dari peserta UN susulan," ujarnya.

Pewarta: pewarta: aprionis
Editor : Aprionis

COPYRIGHT © ANTARA 2026