Saya rasa semangat pemuda tidak pernah luntur, sama seperti pada zaman penjajahan, hanya saja cara mereka menggelorakan semangat nasionalisme itu berbeda."
Koba (Antara Babel) - Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Palmulip menyatakan semangat pemuda tidak pernah luntur dalam menyuarakan perubahan.

"Saya rasa semangat pemuda tidak pernah luntur, sama seperti pada zaman penjajahan, hanya saja cara mereka menggelorakan semangat nasionalisme itu berbeda," katanya di Koba, Kamis.

Hal itu dikemukakannya menyikapi adanya anggapan sebagian kalangan bahwa barisan pemuda zaman sekarang sudah melempem dan jauh dari semangat nasionalisme dan persatuan dalam bingkai NKRI.

"Peran pemuda di era sekarang ini tentu tidak sama, mereka lebih kepada mengisi pembangunan dan mengontrol jalannya roda pemerintahan secara arif dan bijaksana," ujarnya.

Memang diakuinya ada sebagian pemuda yang cenderung memicu konflik dan kegaduhan tetapi bukan berarti merusak karakter kepemudaan secara keseluruhan.

"Cukup banyak pemuda di setiap daerah yang memiliki andil besar dalam pembangunan dan semua itu tergantung cara menggelorakan semangat dan menggali potensi yang ada pada diri pemuda tersebut," ujarnya.

Ia mencontohkan, pada zaman penjajahan ada sosok yang memotivator dan meniupkan gelora kemerdekaan pada diri pemuda sehingga muncul sebuah tekad dan semangat yang berapi-api untuk mempertahankan negeri ini dari rongrongan penjajah.

"Barisan pemuda di negeri ini sangat kuat, setiap daerah memiliki kekuatan yang sangat dahsyat. Hanya saja butuh sosok yang bisa membangunkan pemuda dari tidurnya dan kemudian merapatkan barisan menyelamatkan negeri ini dari krisis kepercayaan dan keterpurukan ekonomi," ujarnya.

Ia menyatakan, pemuda pada prinsipnya garda terdepan dalam membawa perubahan dan ujung tombak dalam melakukan revolusi mental anak negeri.

"Pemuda harus bersatu, tunjukkan potensi diri dan menjadi barisan terdepan dalam pembangunan," ujarnya.

Pewarta: Ahmadi
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026