Aktivitas penerbangan di Bandara Depati Amir mengalami penurunan 35 hingga 40 persen setiap hari, akibat kabut asap yang cukup tebal dengan jarak pandang 2.000 hingga 300 meter."
Pangkalpinang (Antara Babel) - Aktivitas penerbangan di Bandara Depati Amir, Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung menurun hingga 40 persen akibat kabut asap menyelimut bandara itu.

"Aktivitas penerbangan di Bandara Depati Amir mengalami penurunan 35 hingga 40 persen setiap hari, akibat kabut asap yang cukup tebal dengan jarak pandang 2.000 hingga 300 meter," kata Junior Manager Pelayanan Operasional Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Very Riski Permana di Bangka Tengah, Sabtu.

Ia menjelaskan, biasanya dalam sehari pesawat yang mendarat di  Bandara Depati Amir 30 penerbangan namun sejak dilanda kabut asap, penerbangan hanya 18 hingga 20 penerbangan.

Sementara itu, Staf Analisa dan Prakiraan Cuaca Stasiun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pangkalpinang, Akhmad Fadholi mengatakan kabut asap yang terjadi di Babel merupakan sebaran asap kiriman dari Kalimantan dan sekitarnya.

"Selain akibat pembakaran hutan di daerah Babel itu sendiri, kabut asap yang terjadi juga merupakan asap dari kiriman Kalimantan," jelasnya.

Ia memprediksikan kondisi kabut asap masih akan menyelimuti Babel selama di daerah Kalimantan belum bersih asap.

"Selama Kalimantan masih dipenuhi asap, maka selama itu juga Babel diselimuti asap karena asap dari Kalimantan dibawa angin mengarah ke Babel," jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan di saat musim kemarau karena akan menambah parah kabut asap sehingga dapat mengganggu aktifitas penerbangan dan akan berpengaruh terhadap kesehatan.



Pewarta: Septi Artiana
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026