Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kebersihan lingkungan, guna memberantas sarang nyamuk selama musim pancaroba ini."
Pangkalpinang (Antara Babel) - Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terhitung Januari hingga Oktober 2015 menangani 556 kasus demam berdarah dengue (DPB) atau masih tinggi, karena kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan yang masih rendah.

"Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kebersihan lingkungan, guna memberantas sarang nyamuk selama musim pancaroba ini," kata Sekretaris Dinkes Kepulauan Babel, Supriyadi di Pangkalpinang, Jumat.

Ia menjelaskan sebanyak 556 kasus DBD tersebut tersebar di kabupaten/kota dengan rincian Bangka Barat 119 kasus, Bangka 161 kasus, Bangka Selatan 80 kasus DBD.

Selanjutnya kasus DBD di Kota Pangkalpinang sebanyak 71 kasus, Bangka Tengah 68 kasus, Belitung 42 kasus dan Belitung Timur sebanyak 13 kasus DBD.

"Dalam tahun ini kasus DBD tertinggi terjadi di Kabupaten Bangka Barat, sehingga pemerintah kabupaten perlu meningkatkan sosialisasi bahaya penyakit berbasis lingkungan ini kepada masyarakat," ujarnya.

Menurut dia selama musim pancaroba dari musim kemarau ke musim hujan tingkat perkembangbiakan nyamuk DBD cukup tinggi, karena banyaknya genangan air, sampah dan tempat-tempat penampungan air lainnya.

"Biasanya, penyakit demam berdarah mewabah ketika pergantian musim dari musim penghujan ke musim kemarau atau sebaliknya," ujarnya.

Ia mengatakan DBD ini disebabkan virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegipty. Virus dengue dapat menganggu pembuluh darah yang dapat menyebabkan kematian.

"Kita berharap masyarakat untuk lebih membersihkan lingkungan, seperti menguras bak mandi, menimbun kaleng atau sampah tempat bersarang nyamuk, sebagai antisipasi dini penyakit berbahaya ini," harapnya.



Pewarta: Aprionis
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026