Selama musim pancaroba dan hujan tahun ini diperkirakan kasus malaria dan berbagai penyakit berbasis lingkungan lainnya akan mengalami peningkatan."
Pangkalpinang (Antara Babel) - Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung selama Januari hingga Oktober 2015 menangani 283 kasus malaria atau masih tinggi karena kesadaran masyarakat memberantas sarang nyamuk cukup rendah.

"Selama musim pancaroba dan hujan tahun ini diperkirakan kasus malaria dan berbagai penyakit berbasis lingkungan lainnya akan mengalami peningkatan," kata Sekretaris Dinkes Kepulauan Babel Supriyadi di Pangkalpinang, Senin.

Ia menjelaskan sebanyak 283 kasus malaria tersebut terdapat di Kabupaten Bangka Barat 118 kasus, Bangka Tengah 38 kasus, Bangka Selatan 35 kasus, Bangka delapan kasus, Belitung 15 kasus, Belitung Timur dan Kota Pangkalpinang masing-masing empat kasus.

"Saat ini kasus malaria, demam berdarah dengue, diare dan lainnya masih tinggi, karena pola hidup bersih masyarakat yang masih rendah," ujarnya.

Selama ini, kata dia, kesadaran masyarakat untuk membersih lingkungan rumah, menimbun tempat genangan air dan tempat-tempat bertelurnya nyamuk masih kurang, sehingga setiap tahun ratusan berbagai penyakit berbasis lingkungan selalu terjadi di masyarakat.

"Selama musim hujan ini diharapkan masyarakat untuk lebih waspada dan meningkatkan kebersihan lingkungan agar terhindar dari berbagai penyakit akibat gigitan nyamuk ini," ujarnya.

Untuk itu, kata dia, pihaknya terus melakukan pembinaan, sosialisasi pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat.

"Selama musim pancaroba dan hujan ini kita juga mengoptimalkan kegiatan "Jumat Bersih" guna memotivasi dan mendorong masyarakat bergotong royong membersihkan lingkungannya," ujarnya.

Pewarta: Aprionis
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026