Koba, Babel, (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mencatat cakupan indeks keluarga sehat (IKS) di daerah itu hingga September 2022 senilai 0,14 persen.

"Cakupan IKS daerah kita masih rendah atau masuk kategori tidak sehat," kata Kepala Dinas Kesehatan Bangka Tengah, dr Anas Maarif di Koba, Rabu.

Anas mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan beberapa upaya untuk menaikkan cakupan IKS di antaranya adalah mengadakan pertemuan koordinasi dan analisa hasil Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS PK) yang terintegrasi.

"Pembangunan kesehatan merupakan integral dan terpenting dari pembangunan nasional dan Puskesmas merupakan ujung tombak dari pelayanan kesehatan," katanya.

Ia mengatakan, Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS PK) adalah suatu pendekatan pelayanan kesehatan yang menggali faktor resiko terjadinya penyakit dalam suatu keluarga dan menilai suatu kesehatan keluarga, kemudian diwujudkan dalam bentuk Indikator Keluarga Sehat (IKS).

Cakupan IKS itu harus memenuhi 12 indikator di antaranya orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) tidak ditelantarkan, Tb berobat teratur, balita ditimbang, peserta KB, tidak merokok dan hipertensi berobat teratur.

"Selama ini kita terus berupaya untuk meningkatkan penilaian cakupan IKS guna mewujudkan derajat kesehatan masyarakat," ujarnya.

Menurut dia, cakupan IKS yang menunjukkan grafik meningkat tentu saja berdampak terhadap usia harapan hidup (UHH).

"Tentu saja berbagai upaya yang kita lakukan itu harus didukung oleh masyarakat dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk menaikkan cakupan penilaian IKS," katanya.



Pewarta: Ahmadi
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026