"Kalau rekonsiliasi islah tidak bersambut, mohon maaf kepada sejarah, jangan salahkan kami, karena kami akan selenggarakan Munas sendiri untuk memilih ketua umum definitif lima tahun ke depan," kata Priyo, di Jakarta, Senin.
Priyo menekankan pihaknya akan menyelenggarakan Munas tahun depan, dengan bulan pelaksanaan akan ditentukan dalam waktu mendatang.
"Munas bisa bulan apapun. Munas ini opsi jika tidak mendapatkan respon (rekonsiliasi dengan kubu Aburizal). Dengan Munas ini ya artinya Golkar terbelah, dan bagaimana lagi saya juga sedih," ujar dia.
Adapun kesepakatan penyelenggaraan Munas ini diambil dalam Rapat Pimpinan Nasional III Partai Golkar yang dipimpin Agung Laksono, di Jakarta, Minggu (21/12) malam.
Pewarta: Rangga Pandu Asmara JinggaEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.