"Kami berharap media cetak dan elektronik menyampaikan informasi dengan jujur, akurat berimbang dan bersifat membangun daerah dan masyarakat,"Pangkalpinang (Antara Babel) - Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Babel) meminta media massa ikut menciptakan iklim kondusif untuk meningkatkan minat calon investor menanamkan modal di daerah itu.
"Kami berharap media cetak dan elektronik menyampaikan informasi dengan jujur, akurat berimbang dan bersifat membangun daerah dan masyarakat," ujar Sekda Provinsi Babel Imam Mardi Nugroho di Pangkalpinang, Senin.
Ia menjelaskan, peran media massa dalam menciptakan kondisi yang kondusif penting dalam meningkatkan minat investor dalam memanfaatkan dan mengelola potensi sumber daya alam (SDA) di daerah itu.
"Kami menilai pemberitaan media massa sudah cukup baik untuk mendukung pembangunan daerah, namun diharapkan media massa terus meningkatkan pemberitaan terkait potensi daerah, situasi, kondisi keamanan daerah dan lainnya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat," ujarnya.
Menurut dia, iklim keamanan di Babel kondusif dan masyarakat sangat menyambut baik kedatangan calon investor.
"Sampai saat ini belum ada kejadian demonstrasi skala besar yang berujung anarkis, terorisme dan tindak kriminal lainnya yang mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat," ujarnya.
Ia mengatakan, dalam upaya meningkatkan investasi pihaknya terus berupaya mempromosikan potensi daerah di tingkat nasional dan internasional.
Potensi yang cukup besar itu di antaranya sumber daya perikanan tangkap, budidaya ikan air tawar, payau dan rumput laut karena secara geografis Babel dikelilingi lautan dan selat.
Misalnya, kata dia, potensi sumberdaya perikanan tangkap di perairan Babel dengan luas areal 65.301 km2 mencapai 499.500 ton per tahun dengan nilai ekonomis Rp2,497 triliun. Jenis ikan dominan yaitu tenggiri, tongkol, kembung, layang, selar, tembang, kakap, kerapu, bawal hitam, bawal putih, kerisi, ekor kuning, udang windu, dan udang putih.
Sementara itu, Babel dengan panjang pantai 1.200 km dengan 251 pulau-pulau kecil merupakan wilayah yang cocok untuk usaha budidaya laut seperti ikan kerapu, teripang, rumput laut dan kerang-kerangan. Luas areal untuk budidaya laut adalah seluas 120.000 Ha dengan potensi produksi 1.200.000 ton per tahun.
Kemudian juga ada potensi investasi industri kerajinan yang dapat menunjang sektor pariwisata seperti kerajinan pewter, akar bahar, batu satam, renda, kopiah resam, dan rotan, industri tepung kaolin, batu granit, industri pengolahan karet, kelapa sawit, pengolahan kayu dan pendukung usaha perikanan seperti pabrik es.
Sementara potensi investasi pertambangan juga cukup besar karena memiliki cadangan yang melimpah untuk dikelola seperti cadangan pasir kwarsa mencapai 252.500.000 ton, pasir bangunan 321.900.000 ton, kaolin 224.300.000 ton, granit 210.200.000 meter kubik dan cadangan diabas 89.000.000 meter kubik.
"Apabila pertumbuhan investasi ini meningkat tentu lapangan kerja yang tersedia akan lebih banyak, sehingga akan membantu program pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan, pengangguran, tindak kriminalitas dan lainnya," ujarnya.
Pewarta: pewarta: aprionisUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.