Puasa Ramadan dilarang, kemudian naik haji merupakan jalan biasa-biasa.Jakarta (Antara Babel) - Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem) Pusat menyatakan pengikut ormas Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) diindikasikan menyimpang dari Agama Islam dengan tidak menjalankan Salat lima waktu.
"Puasa Ramadan dilarang, kemudian naik haji merupakan jalan biasa-biasa," kata Wakil Ketua Tim Pakem Pusat, Adi Toegarisman yang juga Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM Intel) di Jakarta, Kamis.
Kemudian Ahmad Mossadeq dianggap sebagai messiah atau juru selamat atau sebagai nabi.
Hal itu, kata dia, merupakan dari hasil tim investigasi anggota Pakem Pusat yang terdiri dari Kejaksaan Agung, kepolisian, TNI, kementerian agama, kementerian dalam negeri, dan MUI.
Sehingga akhirnya dikeluarkan rekomendasi pelarangan atas kegiatan Ormas Gafatar yang berkedok kegiatan agama yang selanjutnya menunggu fatwa dari MUI dan setelah itu akan ditandatangani oleh Kejaksaan Agung, Kemendagri dan Kemenag dalam bentuk Surat Keputusan Bersama (SKB).
Seperti mereka berangkat ke kalimantan, dianggap sebagai hijrah.
Hal itu dibenarkan oleh Ketua Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI, Utang Ranuwijaya menyatakan eksodus ke Kalimantan sama seperti hijrah
Jelas Al Qiyadah Al Islamiyah sudah masuk dalam 10 ketentuan aliran sesat, tegasnya.
Ia menjelaskan dari beberapa indikator, Fatar adalah metamorfosis dari Al Qiyadah Al Islamiyah pimpinan Ahmad Moshaddeq.
Ahmad Moshadeq dikenal sebagai pendiri aliran sesat Al Qiyadah Al Islamiyah yang sempat menghebohkan masyarakat pada 2006 karena mengaku dirinya sebagai Nabi dan Rasul.
Karena itu, MUI saat ini sedang melakukan pendalaman terkait kasus Gafatar.
"Insya Allah bulan ini selesai. Paling tidak komisi pengkajian akan melaporkannya pekan depan dan setelah itu pimpinan akan memerintahkan komisi fatwa untuk mengeluarkan fatwa terkait temuan itu," katanya.
Ia menjelaskan dari beberapa indikator, Fatar adalah metamorfosis dari Al Qiyadah Al Islamiyah pimpinan Ahmad Moshaddeq.
Ahmad Mossadeq dikenal sebagai pendiri aliran sesat Al Qiyadah Al Islamiyah yang sempat menghebohkan masyarakat pada 2006 karena mengaku dirinya sebagai Nabi dan Rasul.
Pewarta: Riza FahrizaEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.