"Saya minta perbaiki total karena agendanya belum berkualitas," kata Wakil Bupati Belitung, Isyak Meirobie di Tanjung Pandan, Sabtu.
Wabup berharap agar kalendar pariwisata Belitung diisi oleh kegiatan-kegiatan yang berkualitas dan berkarakter sehingga dapat meningkat kunjungan wisatawan.
"Tidak perlu yang variatif namun perlu ada acara yang berkarakter, ikonik dan powerfull sehingga melekat diingatan wisatawan," ujarnya.
Ia mengatakan, agenda kepariwisataan Belitung saat ini sudah cukup bagus namun perlu ditingkatkan sehingga lebih berkualitas.
"Seperti lomba mancing yang sudah dibikin Dinas Perikanan Belitung itu sudah bagus tinggal ditingkatkan skalanya menjadi lebih besar lagi dan hadiahnya lebih banyak lagi," katanya.
Dirinya juga menyayangkan ada sejumlah agenda kepariwisataan yang dihapus atau diganti dengan kegiatan lain padahal kegiatan tersebut cukup bagus dan berkualitas.
"Seperti perlombaan "stand up padle" internasional, lomba kano internasional mengapa tiba-tiba hilang dalam dua tahun terakhir," ujarnya.
Selain itu, Isyak juga mendorong agar pemerintah desa dapat lebih aktif dalam menyiapkan agenda kepariwisataan.
Dikatakan dia, pihaknya memiliki program inovatif yakni satu desa satu destinasi wisata.
"Namun pemerintah desa selama ini saya nilai pasif sehingga saya minta dapat lebih kreatif lagi," katanya.
Dirinya juga mendorong agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Belitung dapat menyusun program kepariwisataan.
"Minimal satu sampai lima program agar disusun nanti diserahkan ke dinas pariwisata biar mereka yang akan merekapnya," ujarnya.
Dirinya berharap, dengan kalender pariwisata yang berkualitas diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Belitung.
"Sehingga dibutuhkan komitmen dalam menyusun agenda kepariwisataan yang berkualitas dan mencerminkan Belitung seperti Triatlon selama ini sudah dikenal baik di kancah nasional dan internasional," katanya.
Pewarta: ApriliansyahUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.