"Jadi yang harus dipahami, Gule Kabung ini adalah program yang sangat efektif. Dia mensinergikan semua program yang ada sehingga program-program yang sudah ada itu bisa saling menguatkan, tidak berjalan sendiri-sendiri dan tidak tumpang tindih," kata Pj Gubernur Suganda di Kelapa Kampit, Rabu.
Ia mengatakan Parogram Gule Kabung tidak menciptakan program sendiri, tapi mengkolektifkan program-program yang sudah ada.
"Program ini juga tidak membutuhkan pembiayaan karena biayanya sudah ada di masing-masing OPD, dinas, instansi vertikal," katanya.
Ia menyampaikan seperti pada kegiatan Bazar Layanan Perangkat Daerah, Bazar UMKM, Pasar Murah dan Layanan Publik lainnya yang sedang dikunjungi.
"Itu merupakan bagian dari agenda Program Gule Kabung, yakni kerja bersama membangun, yang artinya di sini kita bekerja bersama membangun dengan melibatkan semua pihak, baik Bulog, kepolisian, Forkopimda, instansi vertikal," katanya.
Sementara itu pada kegiatan bazar Pj Gubernur Suganda mengunjungi satu persatu stand yang ada di Lapangan Segitiga Desa Senyubuk Kelapa Kampit, diantaranya stand donor darah, samsat keliling, bazar produk pertanian, stand kesehatan dan lainnya.
Ia mengapresiasi salah satu stand inovasi dari SMA 1 Kampit yang menciptakan alat pengasapan multi fungsi untuk pengawetan ikan, pengasapan ikan dan pisang sale, juga untuk menghasilkan asap cair dan briket yang hasilnya dapat digunakan sebagai bahan pembakaran.
"Hasilnya yakni ikan atau pisang, akan dapat dikonsumsi dan dijual menjadi produk UMKM. Termasuk asap cairnya yang jika sudah ditingkatkan kualitasnya, dapat dijual dengan harga yang lumayan," kata Ersya Marsyafani siswi SMA 1 Kampit.
Kepala Dinas Perindag Babel H. Tarmin mengatakan bahwa bazar murah ini merupakan bentuk dukungan terhadap program kerja Pj. Gubernur "Gule Kabung" dalam rangka pengendalian inflasi dan stabilitasi harga bahan kebutuhan pokok.
"Jadi dengan adanya pasar murah ini, kami harapkan masyarakat khususnya masyarakat Desa Senyubuk Kecamatan Kampit, terutama mendekati HBKN Idul Adha, dapat memenuhi kebutuhan pokoknya di sini," katanya.
Menurut dia Perindag juga menyediakan beberapa distributor besar dari Tanjung Pandan maupun Belitung Timur, yakni beras, beras medium, minyak kita, gula pasir, dan komoditi lainnya dengan harga yang relatif lebih murah. Termasuk juga komoditi pertanian seperti cabe kecil, cabe keriting, bawang merah, bawang putih, sayur-sayuran, dan lain-lain, yang merupakan produk hortikultura sebagai bahan-bahan yang terkait komoditi inflasi.
"Dalam hal ini, Perindag tidak bekerja sendiri melainkan berkolaborasi dengan Bank Indonesia dan para distributor yang ada di Belitung dan Belitung Timur, serta bekerjasama dengan instansi terkait lainnya," katanya.
Pewarta: Chandrika Purnama DewiUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.