Realisasi PAD triwulan I tahun ini didominasi dari pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor.
Pangkalpinang (Antara Babel) - Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada triwulan I 2016 sebesar Rp115,831 miliar atau tercapai 22,6 persen dari target yang ditetapkan Rp506 miliar.

"Realisasi PAD triwulan I tahun ini didominasi dari pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor," kata Kepala  Dinas Pendapatan dan Perbendaharaan Keuangan Asli Daerah (DPPKAD) Provinsi Kepulauan Babel, Yulizar Adnan di Pangkalpinang, Senin.

Ia menjelaskan PAD bersumber dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBNKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), Pajak Air Permukaan dan Pajak Rokok.

"Pendapatan yang paling sedikit pada triwulan pertama tahun ini dari PBBNKB, karena perekonomian masyarakat yang melesu sehingga berdampak terhadap pembelian motor baru berkurang," ujarnya.

Ia mengatakan realisasi PKB mencapai Rp40,395 miliar atau 24,73 persen dari target yang ditetapkan, BBNKB Rp26,545 miliar atau mencapai 27,31 persen.

Sementara itu realisasi PBBNKB Rp35,553 miliar dan pajak air permukaan Rp1,47 miliar, dan realisasi untuk pajak rokok sebesar Rp9,250 miliar atau mencapai 14,75 dari target yang ditetapkan.

"Kita akan genjot lagi agar pencapaian PAD ini akan semakin meningkat hingga mencapai 100 persen," ujarnya.

Untuk itu, kata dia, pihaknya akan menerapkan sistem jemput bola, seperti mengoptimalkan Samsat Keliling, menerapkan seribu sekilo dari pengusaha tambang dan meminta pelaku usaha tambang untuk taat membayar pajak alat berat, meski pendapatan pajak ini bergantung dari aktivitas pertambangan.

"Kita optimalkan sistem jempu bola. Meski hanya dengan satu mobil, kita  bisa mengumpulkan Rp2 miliar dari samsat keliling itu," ujarnya.

Pewarta: Septi Artiana
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026