Koba, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memanfaatkan panen perdana 350 kilogram udang vaname hasil budidaya Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perikanan Budidaya, untuk mendukung pemenuhan kebutuhan protein hewani program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah itu.
Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman di Koba, Jumat, mengatakan budidaya udang vaname tersebut juga menjadi upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor perikanan.
“Kita ingin mengedukasi masyarakat bahwa dari hal kecil seperti ini bisa menghasilkan uang, namun bantuan pemerintah harus berkelanjutan,” katanya saat menghadiri panen perdana udang vaname di Instalasi Guntung.
Panen perdana yang dilakukan UPTD Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Bangka Tengah itu menggunakan teknologi kolam bioflok bundar dengan hasil produksi sekitar 350 kilogram dan harga jual Rp65 ribu per kilogram.
Pada kesempatan itu, UPTD Perikanan Budidaya juga menandatangani nota kesepahaman dengan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Padang Mulia guna memastikan hasil panen pembudidaya lokal terserap untuk mendukung program MBG.
Selain untuk mendukung program MBG, pemerintah daerah juga berencana memperluas pengembangan budidaya udang vaname dengan melibatkan kelompok pembudidaya ikan di sejumlah kecamatan.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi perikanan budidaya sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat pesisir.
Algafry mengatakan pemerintah daerah akan terus memberikan pendampingan teknis dan bantuan sarana produksi agar budidaya udang vaname dapat berkembang secara berkelanjutan.
"Sektor perikanan budidaya memiliki potensi besar untuk memperkuat ketahanan pangan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya
Perwakilan Yayasan Ikrar Jaya Bersama selaku pengelola SPPG Padang Mulia Dian Novita, mengatakan pihaknya membeli sebanyak 200 kilogram udang hasil panen untuk diolah menjadi menu bergizi bagi penerima manfaat MBG.
“Biasanya kami mengambil pasokan dari luar daerah, namun mulai hari ini kami mengambil dari Bangka Tengah untuk mendukung peningkatan PAD dan ekonomi lokal,” ujarnya.
Ia mengatakan udang tersebut akan diolah menjadi menu bergizi bagi 3.150 penerima manfaat program MBG dengan jadwal penyajian minimal satu kali dalam sebulan sebagai variasi sumber protein hewani selain ikan, ayam, dan telur.
Pewarta: AhmadiUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026